HMPV
menyebar melalui kontak dekat dengan individu yang terinfeksi, percikan dari
batuk atau bersin, serta permukaan yang terkontaminasi. Meskipun virus ini
dapat menyerang siapa saja, kelompok yang paling rentan adalah anak-anak,
lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala yang muncul
umumnya berupa batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.
Infeksi
ini bisa berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia yang lebih parah.
Walaupun
sebagian besar kasus ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari,
infeksi HMPV terkadang memerlukan perhatian medis, terutama bagi yang berisiko
tinggi. Tidak ada vaksin untuk mencegahnya, sehingga pencegahan menjadi kunci
utama.
Mencuci
tangan secara teratur, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, serta
membersihkan permukaan yang sering disentuh adalah langkah-langkah yang bisa
membantu.
Bagi
yang sudah terinfeksi, pengobatan lebih fokus pada meredakan gejala, seperti
demam dan nyeri. Namun, untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti
PPOK, asma, atau fibrosis paru, pengobatan tambahan mungkin diperlukan untuk
mengontrol gejala yang parah. (MS)
Link Berita : https://rri.co.id/tahuna/kesehatan/1237025/waspada-hmpv-virus-pernafasan-yang-mengancam
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar