![]() |
Ilustrasi.
BMKG memprediksi fenomena La Nina berpotensi aktif di wilayah Tanah Air hingga
April 2025 (Foto. BMKG / InfoHumasBMKG) |
KBRN, Tahuna: BMKG
mengingatkan cuaca ekstrem kemungkinan terjadi pada 2025, akibat fenomena La
Nina. Suhu permukaan laut di Samudra Pasifik terus menurun dengan indeks ENSO
tercatat -0,59, menunjukkan fenomena La Nina diprediksi berlangsung hingga
April 2025, demikian BMKG melalui laman resminya, Jum’at (03/01/2025).
Kepala BMKG, Dwikorita
Karnawati, menyebutkan bahwa La Nina dapat meningkatkan curah hujan 20% hingga
April 2025. Selain itu, fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation
(MJO) dan Cold Surge dari Siberia diperkirakan akan aktif selama Natal dan Tahun
Baru, meningkatkan intensitas hujan di Indonesia. BMKG terus memantau kondisi
ini untuk memberikan informasi guna mitigasi bencana.
Dwikorita juga
mengingatkan pentingnya pembaruan informasi cuaca untuk mencegah bencana
hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. BMKG menyediakan aplikasi
‘Digital Weather for Traffic (DWT)’ yang memberikan informasi cuaca terkini,
termasuk peringatan dini dan prediksi cuaca untuk perjalanan.
Deputi Meteorologi BMKG,
Guswanto, mengungkapkan beberapa fenomena atmosfer dalam waktu dekat, termasuk
siklon di Laut Natuna dan Samudra Hindia, yang dapat memicu hujan lebat. MJO,
gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin juga memperburuk cuaca di Indonesia
bagian barat, selatan, dan tengah.
Guswanto memperingatkan
wilayah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi menghadapi potensi
hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir atau tanah longsor. Ia mengimbau
masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan terus memantau
informasi cuaca. (MS)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1235149/la-nina-jadi-ancaman-cuaca-ekstrem-tanah-air
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar