Senin, 06 Januari 2025

Huruf Braille : Simbol Harapan dan Inklusivitas

 

Ilustrasi Huruf Braille (Foto. Pexels)

KBRN Tahuna : Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia untuk menghormati Louis Braille, pencipta huruf Braille, yang lahir pada tanggal 4 Januari 1809. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya huruf Braille bagi penyandang tunanetra.

Kisah hidup Louis Braille sangat inspiratif. Ia kehilangan penglihatannya sejak kecil akibat kecelakaan di bengkel ayahnya. Namun, ia tidak menyerah dan melanjutkan pendidikannya di Institut Kerajaan untuk Pemuda Tunanetra. Di sana, ia belajar tentang "tulisan malam" yang diciptakan oleh seorang prajurit, Charles Barbier, untuk membantu komunikasi tentara. Louis kemudian menyederhanakan sistem ini menjadi lebih efisien dengan hanya menggunakan 6 titik timbul.

Pada awalnya, banyak yang meragukan sistem Braille dan menolaknya. Namun, Louis tetap mengajarkan sistem ini kepada anak-anak tunanetra secara diam-diam. Usahanya akhirnya berhasil, dan pada tahun 1847, huruf Braille mulai diajarkan di sekolah-sekolah khusus di Prancis.

Kini, huruf Braille telah menjadi simbol kesetaraan dan akses informasi. Teknologi modern, seperti mesin ATM dan perangkat elektronik lainnya, semakin memperluas penggunaan Braille untuk tunanetra. Hari Braille Sedunia mengingatkan kita akan pentingnya inklusivitas dan mendukung perubahan positif bagi semua individu. Selamat Hari Braille Sedunia! Mari dukung kesetaraan dan inklusivitas untuk kehidupan yang lebih baik. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1236462/huruf-braille-simbol-harapan-dan-inklusivitas

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...