![]() |
Ilustrasi
Huruf Braille (Foto. Pexels) |
KBRN
Tahuna : Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia
untuk menghormati Louis Braille, pencipta huruf Braille, yang lahir pada
tanggal 4 Januari 1809. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya huruf Braille bagi penyandang tunanetra.
Kisah
hidup Louis Braille sangat inspiratif. Ia kehilangan penglihatannya sejak kecil
akibat kecelakaan di bengkel ayahnya. Namun, ia tidak menyerah dan melanjutkan
pendidikannya di Institut Kerajaan untuk Pemuda Tunanetra. Di sana, ia belajar
tentang "tulisan malam" yang diciptakan oleh seorang prajurit,
Charles Barbier, untuk membantu komunikasi tentara. Louis kemudian
menyederhanakan sistem ini menjadi lebih efisien dengan hanya menggunakan 6
titik timbul.
Pada
awalnya, banyak yang meragukan sistem Braille dan menolaknya. Namun, Louis
tetap mengajarkan sistem ini kepada anak-anak tunanetra secara diam-diam.
Usahanya akhirnya berhasil, dan pada tahun 1847, huruf Braille mulai diajarkan
di sekolah-sekolah khusus di Prancis.
Kini,
huruf Braille telah menjadi simbol kesetaraan dan akses informasi. Teknologi
modern, seperti mesin ATM dan perangkat elektronik lainnya, semakin memperluas
penggunaan Braille untuk tunanetra. Hari Braille Sedunia mengingatkan kita akan
pentingnya inklusivitas dan mendukung perubahan positif bagi semua
individu. Selamat Hari Braille Sedunia! Mari dukung kesetaraan dan
inklusivitas untuk kehidupan yang lebih baik. (Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1236462/huruf-braille-simbol-harapan-dan-inklusivitas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar