Ilustrasi
(Foto. nsd)
KBRN,
Tahuna : Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini menjadi salah satu penyebab
utama kecanduan media sosial di kalangan milenial dan Gen Z. Rasa takut
ketinggalan informasi atau tren terbaru memaksa generasi muda terus terhubung
secara digital, yang tidak hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari mereka
tetapi juga berdampak pada kesehatan mental secara keseluruhan.
Generasi
milenial dan Gen Z tumbuh di era digital, di mana media sosial menjadi platform
utama untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman. Keinginan untuk selalu menjadi
bagian dari momen-momen penting di dunia maya membuat mereka terjebak dalam
siklus penggunaan media sosial yang berlebihan.
Menurut
penelitian, FOMO memicu kecemasan sosial, rasa rendah diri, dan kebiasaan
membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini dapat mengikis rasa percaya diri
karena apa yang terlihat di media sosial sering kali hanyalah versi terbaik
yang dipilih secara selektif oleh penggunanya.
“Generasi
ini cenderung lebih peduli pada validasi online, seperti jumlah like atau
followers, dibandingkan dengan realitas kehidupan mereka sendiri,” ungkap
seorang pengamat sosial media.
Akibatnya,
banyak anak muda kehilangan momen berharga di kehidupan nyata karena perhatian
mereka terus-menerus teralihkan oleh notifikasi media sosial. Bahkan, mereka
merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna di dunia maya, baik dari segi
penampilan, gaya hidup, maupun pencapaian pribadi.
FOMO
yang tidak terkendali dapat menyebabkan kecemasan, stres, hingga depresi. Oleh
karena itu, penting bagi generasi muda untuk mengelola penggunaan media sosial
secara bijak, mengambil jeda dari dunia digital, dan lebih fokus pada hubungan
serta pengalaman di dunia nyata.(Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1236302/fomo-pemicu-ketergantungan-media-sosial-milenial-dan-gen-z

Tidak ada komentar:
Posting Komentar