Sabtu, 04 Januari 2025

BMKG ; La Nina Hingga April 2025, Waspada Dampaknya

 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat melakukan siaran Pers 
(Foto. infoBMKG / BMKG)

KBRN, Tahuna: BMKG mengingatkan bahwa fenomena La Nina kemungkinan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga April 2025. Dampaknya perlu diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui laman resminya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau agar masyarakat waspada terhadap dampak La Nina yang berbarengan dengan musim hujan. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini bisa menyebabkan curah hujan bertambah 20-40%, yang berpotensi menimbulkan risiko bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan seperti perbukitan, lereng gunung, dataran tinggi, dan bantaran sungai.

La Nina adalah kondisi anomali iklim yang terjadi akibat penurunan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Fenomena ini juga dapat menyebabkan banjir lahar hujan, yang berbahaya bagi wilayah yang memiliki gunung berapi aktif.

Dwikorita menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, sangat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana. Ia juga menyebutkan bahwa suhu laut yang tidak normal di Samudra Pasifik dan Hindia, serta perairan Indonesia, dapat memperburuk cuaca ekstrem, di mana La Nina lemah dapat menyebabkan peningkatan curah hujan. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga memengaruhi distribusi hujan di Indonesia.

BMKG juga memperingatkan adanya gelombang tinggi hingga enam meter di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia bagian selatan pada awal Januari 2025. Pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi ini.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, memprediksi bahwa beberapa daerah, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan NTT, akan mengalami curah hujan lebih dari 150 mm pada Januari 2025, yang bisa memicu banjir dan tanah longsor. Papua juga diperkirakan akan mengalami curah hujan lebih dari 500 mm selama bulan ini.

Sementara itu, Tri Handoko Seto, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi. Dengan cuaca yang dinamis, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1235142/bmkg-la-nina-hingga-april-2025-waspada-dampaknya

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...