Kamis, 06 Februari 2025

Memotong Tamo, Bukan Sekedar Hafalan Tapi Paham Maknanya

Muhrij Lawendatu, saat melakukan pemotongan Kue Adat Tamo di Upacara Adat Tulude

(Foto: Dokumentasi / Stenly Pontolawokang)

KBRN, Tahuna : Tamo adalah Kue Adat asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang bisa ditemui di acara seperti Upacara Adat Tulude dan pernikahan. 

Di Kabupaten Sangihe, memotong Kue Adat ini dilakukan oleh Pelaku Adat yang menguasai Sastra yaitu kata-kata yang digunakan saat melakukan pemotongan kue Adat Tamo. 

Untuk belajar memotong Kue Adat Tamo, bukan hanya tentang menghafal kata-katanya saja tapi harus tau maknanya. 

Hal ini diungkapkan oleh Pelaku Adat sekaligus seseorang yang menguasai pemotongan Kue Adat Tamo, Muhrij Lawendatu, dalam acara Dendang Basudara Prosatu Tahuna. 

Kata-kata yang digunakan dalam pemotongan Kue Adat Tamo, adalah bahasa sastra.

"Mencari kata-kata untuk memotong Tamo adalah bahasa Sastra yang bukan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya itu merupakan bahasa asli orang Sangihe dulu tapi saat ini sudah tidak dipelajari," tutur Muhrij.

Sementara untuk regenerasi, menurut Muhrij, ia mengajarkan kepada siswa ketika sekolah membutuhkan. 

"Tahun lalu ada sekolah SMP di sini, mereka membuat program pelajaran mempraktekkan Upacara Adat Tulude dari awal hingga akhir. Saya mengajarkan sampai mereka bisa menggunakan bahasa daerah dan hafal dengan baik," ucap Muhrij. (Herlien)

Link Berita :

https://rri.co.id/daerah/1306393/memotong-tamo-bukan-sekedar-hafalan-tapi-paham-maknanya

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...