![]() |
Kepala Dinas Perpustakaan
dan Arsip Daerah Kepulauan Sangihe, Alfred N. Limpong, S.Pi., M.Si, peresmian
Gedung layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin
(3/2/2025) (Foto: Rico / RRI Tahuna) |
Perjalanan Panjang Menuju
Perubahan
Proyek pembangunan
perpustakaan ini telah dirancang sejak dua tahun lalu dengan pendanaan dari
Dana Alokasi Khusus (DAK). Proses perencanaan dimulai pada April 2024 dengan
alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar. Dari total anggaran tersebut, Rp 9
miliar lebih dialokasikan untuk pembangunan fisik, sementara sekitar Rp 700
juta digunakan untuk pengadaan perabotan dan fasilitas pendukung.
Alfred Limpong
mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Ia
juga menyoroti kontribusi besar dari pendahulunya, Johanis Pilat, yang kini
menjabat sebagai Asisten 1 di lingkungan Pemda Sangihe.
Menurutnya, perjuangan
ini adalah kerja bersama yang bertujuan untuk memberikan akses literasi yang
lebih baik bagi masyarakat.
Lebih dari Sekadar Tempat
Membaca
Gedung perpustakaan ini
dirancang bukan hanya sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai pusat
inklusi sosial yang mendukung berbagai aktivitas komunitas. Dengan konsep ini,
berbagai kelompok usaha kecil dan menengah (UKM), seniman, serta komunitas
kreatif dapat menggunakan ruang yang tersedia untuk mengembangkan potensi
mereka.
"Kami ingin
perpustakaan ini menjadi ruang terbuka bagi siapa saja. Tidak hanya untuk
membaca, tetapi juga untuk berkegiatan, berkarya, dan berbagi ilmu,"
ungkap Alfred Limpong.
Berbagai fasilitas telah
disiapkan, termasuk ruangan yang nyaman, sistem tata suara yang memadai, serta
area yang bisa digunakan untuk diskusi, pelatihan, hingga pertunjukan seni. Ini
adalah langkah nyata untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat interaksi yang
lebih hidup dan dinamis bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.
Harapan dan Evaluasi ke
Depan
Meski bangga dengan hasil
yang telah dicapai, Alfred Limpong juga dengan rendah hati mengakui masih ada
hal-hal yang perlu dibenahi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah
pemasangan kabel listrik yang masih kurang rapi, yang diharapkan dapat segera
diperbaiki agar fasilitas ini semakin optimal dan aman digunakan.
"Kami menyadari
masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Namun, ini adalah awal yang baik
untuk terus bergerak maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi
masyarakat,"ujarnya.
Dengan adanya
perpustakaan ini, Alfred Limpong berharap literasi di Sangihe terus berkembang
dan masyarakat semakin memiliki ruang untuk belajar serta berkreasi. Baginya,
pembangunan ini bukan sekadar proyek, melainkan awal dari perjuangan panjang
untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing. (MS)
Link Berita :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar