![]() |
| Upacara Adat Tulude di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sangihe, Selasa (31/12/2024) / (Foto : Rico / RRI Tahuna) |
KBRN, Tahuna : Upacara
adat Tulude berasal dari kepercayaan leluhur masyarakat Sangihe sebagai bentuk
syukur dan harapan akan kehidupan yang sejahtera dan berkelanjutan.
Kata "Tulude"
berasal dari "Suhude," yang berarti menolak bala atau mendorong
sesuatu, melambangkan pelepasan tahun lalu dengan rasa syukur serta doa untuk
kehidupan di tahun baru. Upacara ini dipersembahkan kepada Genggona Langi, Tuhan
Yang Maha Kuasa.
Tulude pada intinya
adalah upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi atas
berkat-Nya selama setahun. Walaupun bentuk pelaksanaannya dapat menyesuaikan
zaman, nilai-nilai adatnya tetap lestari.
Niklas Mehare, Tokoh Adat
Sangihe, menegaskan bahwa adat bersifat dinamis namun tetap mempertahankan
nilai luhurnya.
Upacara Tulude memiliki
tiga makna utama. Pertama, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama
setahun. Kedua, pengakuan dosa dan kesalahan manusia, karena masyarakat Sangihe
meyakini bahwa bencana terjadi akibat perbuatan manusia.
Oleh karena itu,
pengakuan dosa menjadi bagian penting dalam ritual ini. Ketiga, doa dan harapan
agar Tuhan melimpahkan berkat dan rahmat di tahun yang baru.
Beberapa tahapan penting
dalam upacara Tulude antara lain:
1. Kakumbaedê –
Ungkapan adat berbentuk nazam kiasan yang memiliki makna spiritual. Tahapan ini
mencakup lima aspek:
o Lahagotang (ungkap
isi hati),
o Lahakane (kepasrahan),
o LaÍa’e (keyakinan
batin),
o Lansuhe (harapan),
o Akane (kesungguhan
dalam menjalankan ritual).
2. Mêhiwu
SaÍa, Menahulênding, dan terakhir Memoto’ Tamo sebagai
penutup upacara.
Tulude bukan sekadar
seremonial, tetapi memiliki nilai budaya, adat, dan filosofi yang
mendalam.
Upacara ini memperkuat
persatuan, gotong royong, serta kesadaran akan kelestarian alam dalam bingkai
nilai-nilai agama dan adat. Jika tidak dilestarikan oleh generasi sekarang,
Tulude bisa hilang ditelan waktu. Oleh karena itu, keberlangsungannya perlu dijaga
sebagai warisan budaya masyarakat Sangihe. (Rico)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1296036/tulude-bukan-sekadar-seremonial

Tidak ada komentar:
Posting Komentar