Sabtu, 01 Februari 2025

Tulude Bukan Sekadar Seremonial

 

Upacara Adat Tulude di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sangihe,
Selasa (31/12/2024) / (Foto : Rico / RRI Tahuna)

KBRN, Tahuna : Upacara adat Tulude berasal dari kepercayaan leluhur masyarakat Sangihe sebagai bentuk syukur dan harapan akan kehidupan yang sejahtera dan berkelanjutan. 

Kata "Tulude" berasal dari "Suhude," yang berarti menolak bala atau mendorong sesuatu, melambangkan pelepasan tahun lalu dengan rasa syukur serta doa untuk kehidupan di tahun baru. Upacara ini dipersembahkan kepada Genggona Langi, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tulude pada intinya adalah upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi atas berkat-Nya selama setahun. Walaupun bentuk pelaksanaannya dapat menyesuaikan zaman, nilai-nilai adatnya tetap lestari. 

Niklas Mehare, Tokoh Adat Sangihe, menegaskan bahwa adat bersifat dinamis namun tetap mempertahankan nilai luhurnya.

Upacara Tulude memiliki tiga makna utama. Pertama, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama setahun. Kedua, pengakuan dosa dan kesalahan manusia, karena masyarakat Sangihe meyakini bahwa bencana terjadi akibat perbuatan manusia. 

Oleh karena itu, pengakuan dosa menjadi bagian penting dalam ritual ini. Ketiga, doa dan harapan agar Tuhan melimpahkan berkat dan rahmat di tahun yang baru.

Beberapa tahapan penting dalam upacara Tulude antara lain:

1.    Kakumbaedê – Ungkapan adat berbentuk nazam kiasan yang memiliki makna spiritual. Tahapan ini mencakup lima aspek:

o    Lahagotang (ungkap isi hati),

o    Lahakane (kepasrahan),

o    LaÍa’e (keyakinan batin),

o    Lansuhe (harapan),

o    Akane (kesungguhan dalam menjalankan ritual).

2.    Mêhiwu SaÍa, Menahulênding, dan terakhir Memoto’ Tamo sebagai penutup upacara.

Tulude bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki nilai budaya, adat, dan filosofi yang mendalam. 

Upacara ini memperkuat persatuan, gotong royong, serta kesadaran akan kelestarian alam dalam bingkai nilai-nilai agama dan adat. Jika tidak dilestarikan oleh generasi sekarang, Tulude bisa hilang ditelan waktu. Oleh karena itu, keberlangsungannya perlu dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Sangihe. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1296036/tulude-bukan-sekadar-seremonial

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...