![]() |
Upacara
Adat Tulude dalam rangka HUT ke - 600 daerah Kepulauan Sangihe, Jum'at
(31/1/2025), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sangihe (foto : RRI Tahuna) |
KBRN, Tahuna : Pada 2025,
Kepulauan Sangihe akan merayakan hari jadinya yang ke-600. Tulude menjadi
bagian dari ungkapan syukur setiap pergantian tahun.
Upacara Tulude bukan
sekadar tradisi tahunan, tetapi perayaan penuh makna yang mencerminkan rasa
syukur, penghormatan kepada leluhur, serta kebersamaan yang menjadi dasar
kehidupan masyarakat Sangihe.
Lebih dari seremonial,
Tulude adalah filosofi hidup yang menyeimbangkan hubungan manusia, alam, dan
Sang Pencipta. Ia menjadi jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu, kini,
dan masa depan di tengah modernisasi.
Secara harfiah,
"Tulude" berarti "mendorong" atau "mengusir,"
melambangkan pelepasan hal buruk di tahun lalu dan penyambutan kebaikan di
tahun baru. Filosofi ini mencerminkan semangat pembaruan, introspeksi, dan
harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Tulude juga merayakan
kebersamaan tanpa sekat sosial. Masyarakat berkumpul untuk mensyukuri hasil
kerja keras, keberhasilan, serta berdoa demi kedamaian dan keberkahan di tahun
yang akan datang.
Seiring waktu, Tulude
terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Pelestariannya didukung
pemerintah, komunitas adat, dan akademisi karena nilai-nilainya bersifat
universal mengajarkan syukur, kebersamaan, dan harmoni yang relevan dalam
kehidupan.
Lebih dari sekadar
tradisi, Tulude adalah warisan budaya yang menanamkan nilai luhur dalam
menghadapi tantangan zaman. Ia mengajarkan keseimbangan antara tradisi dan
inovasi, manusia dan alam. Melestarikannya bukan hanya menjaga warisan leluhur,
tetapi juga menginspirasi dunia tentang makna kehidupan yang sejati. (Rico)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1296002/tulude-warisan-budaya-dan-rasa-syukur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar