Balai
Adat Tidung Di Tarakan. (Foto: Google)
KBRN,
Tarakan: Dengan mengusung konsep edukasi dan pelestarian budaya, balai
adat ini menawarkan pengalaman langsung untuk mengenal budaya Tidung, salah
satu suku asli Kalimantan Utara. Pengelola Balai Adat Tidung Muhammad Evan
Erlangga, menjelaskan tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul depan pagi
hingga setengah empat sore. Retribusi masuk sangat terjangkau, hanya lima ribu
rupiah untuk dewasa maupun anak-anak.
“Kami
juga menyediakan tenaga kebersihan, keamanan, dan pemandu wisata. Ke depannya,
kami sedang mengupayakan teknologi virtualisasi video untuk memberikan
pengalaman yang lebih modern dan interaktif bagi pengunjung,” ujarnya, Sabtu
(8/2/2025).
Kunjungan
dari kelompok pelajar menjadi salah satu fokus utama balai adat ini. Sindi,
seorang guru dari SDN 010 Selumit, membawa 50 siswa untuk mempelajari budaya
dan bahasa Tidung.
“Aktivitas
yang dilakukan di sini mengenal benda-benda budaya, ruangan-ruangan, alat
musik, dan lain sebagainya. Fasilitas yang ada sangat baik, cukup lengkap, dan
terawat. Kami juga dilayani dengan sangat baik,” kata Sindi.
Namun,
ia juga memberikan masukan agar balai adat ini semakin berkembang. “Mungkin
perlu ditambah aktivitas budaya Tidung itu sendiri, seperti tari Jepen, praktik
berbahasa Tidung, atau lomba-lomba yang dikemas lebih menarik. Hal ini penting,
terutama untuk anak-anak zaman sekarang yang hanya mengetahui budaya secara
teori, tapi tidak bisa mengimplementasikannya,” tambahnya.
Balai
Adat Tidung memang tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga
sebagai ruang edukasi untuk melestarikan budaya lokal. Dengan rencana
pengembangan teknologi virtualisasi video dan berbagai masukan dari pengunjung,
balai adat ini diharapkan mampu menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus
menarik lebih banyak pengunjung.
Editor: Andi Muhammad Riza
Link Berita :
https://www.rri.co.id/wisata/1314242/balai-adat-tidung-sarana-wisata-edukasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar