![]() |
Aldo
Andi latimbo, saat pemantapan latihan tagonggong bersama grupnya, di pendopo
rumah dinas Bupati Sangihe, Jum'at (31/1/2025) / (Foto : Rico / rri.co.id) |
KBRN, Tahuna : Aldo
Andi Latimbo, siswa kelas XII dari SMTK Kristen Bowongkali, turut berperan
dalam pelestarian budaya Tagonggong di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sejak
mengenal budaya tersebut di bangku SD, Aldo semakin aktif mempelajari dan
melibatkan diri dalam berbagai kegiatan budaya di kampungnya.
“Saya belajar dari opa di
Bowongkali dan mengikuti lomba di Boulevard. Alhamdulillah, saya juara satu
tingkat kabupaten,” ungkap Aldo. Keterlibatannya tidak hanya dalam lomba,
tetapi juga dalam kegiatan budaya seperti pembangunan gereja dan acara lainnya,
turun dari kampung - ke kampung. “Setiap ada ulang tahun gereja atau perayaan
lainnya, saya sering dipanggil,” tambahnya.
Tagonggong adalah tradisi
yang melibatkan seni pertunjukan dan permainan yang dimainkan dalam berbagai
acara adat. Aldo menekankan pentingnya menjaga tradisi ini agar tetap hidup.
“Bermain Tagonggong bukan sekadar permainan, tetapi bagian dari melestarikan
budaya lokal,” ujar Aldo.
Sebagai generasi muda,
Aldo menganggap penting untuk terus mengenal dan melestarikan budaya ini. Ia
berharap, di masa depan, ia dapat mengajarkan kepada anak-anak muda untuk terus
memainkan Tagonggong, agar budaya ini tidak punah. “Kami yang akan menggantikan
mereka jika orang tua sudah tidak bisa bermain,” kata Aldo, penuh harapan.
Komitmen Aldo untuk
pelestarian budaya Tagonggong memberikan harapan besar bagi masa depan seni dan
budaya lokal yang penuh makna. (Rico)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1298890/pentingnya-generasi-muda-sangihe-menjaga-warisan-budaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar