Selasa, 11 Februari 2025

Kehadiran E-Commerce Memicu Maraknya Perilaku Konsumtif

 

Ilustrasi Diagram Konsep Ecommerce Dan Belanja Online Penjualan Toko Internet (Ilustrasi Google )

KBRN, Tahuna ; Kemajuan teknologi dan internet yang semakin pesat telah mengubah banyak aspek kehidupan, menjadikan berbagai aktivitas lebih mudah dan praktis. 

Salah satu dampak besar dari perkembangan ini adalah meningkatnya popularitas belanja daring sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Kehadiran platform e-commerce turut mendorong pola konsumsi yang meningkat, terutama di kalangan anak muda, dengan minat utama pada produk fashion dan kecantikan.

Pertumbuhan pengguna e-commerce di Indonesia didukung oleh banyaknya aplikasi belanja daring yang tersedia. Mulai dari media sosial seperti Instagram hingga platform belanja khusus yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan fitur lengkap seperti deskripsi produk, ukuran, harga, serta ulasan dari pembeli. Fasilitas-fasilitas ini membuat pengalaman belanja semakin nyaman.

Sebagai contoh, Anastasya, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Tahuna, mengaku sering membeli produk fashion, aksesori, serta barang perawatan tubuh melalui e-commerce. 

Sementara itu, Johan, seorang mahasiswa di perguruan tinggi lainnya, lebih sering membeli barang elektronik dan gadget. Keduanya sepakat bahwa alasan utama mereka memilih belanja daring adalah promo menarik seperti diskon, ongkos kirim gratis, serta kemudahan pembayaran seperti COD (Cash On Delivery) atau transfer bank.

Platform e-commerce tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mencakup seluruh proses dari pengembangan hingga pelayanan pelanggan. Konsumen dapat memilih metode pembayaran yang beragam, termasuk COD, transfer bank, dompet digital (e-wallet), hingga PayLater, yang semakin memudahkan transaksi mereka.

Chintya, seorang pegawai, mengungkapkan bahwa ia berbelanja daring sebanyak 3-5 kali dalam sebulan. Rahma, seorang pengguna lain, mengaku berbelanja online 3-4 kali sebulan karena efisiensinya. 

Ia merasa tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengunjungi toko fisik. Fahri menambahkan bahwa promo diskon dan gratis ongkir menjadi alasan utama dirinya lebih memilih belanja online. Sementara itu, Ayu sering membeli produk kecantikan, pakaian, hingga buku dengan pengeluaran mencapai satu juta rupiah dalam satu kali pembelian.

Meski memberikan banyak manfaat, keberadaan platform belanja daring juga membawa dampak negatif. 

Generasi muda, misalnya, merasakan kemudahan dalam berbelanja tanpa harus mendatangi toko secara langsung, namun sering kali terjebak pada perilaku konsumtif. 

Diskon dan promo yang ditawarkan menjadi daya tarik, tetapi hal ini juga memicu pengeluaran yang tidak terkontrol, bahkan untuk barang-barang yang sebenarnya kurang dibutuhkan.

Namun, keputusan belanja tidak selalu berdasarkan kebutuhan. Impulsive buying, atau pembelian impulsif tanpa pertimbangan matang, menjadi fenomena yang kerap terjadi. 

Pola ini mendorong konsumen untuk membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan, menciptakan kebiasaan konsumtif yang sulit dihentikan. Belanja online, secara tidak langsung, membentuk pola pikir dan perilaku konsumtif yang terus meningkat tanpa batas. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1220667/kehadiran-e-commerce-memicu-maraknya-perilaku-konsumtif

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...