![]() |
Ilustrasi
Diagram Konsep Ecommerce Dan Belanja Online Penjualan Toko Internet (Ilustrasi
Google ) |
KBRN, Tahuna ; Kemajuan
teknologi dan internet yang semakin pesat telah mengubah banyak aspek
kehidupan, menjadikan berbagai aktivitas lebih mudah dan praktis.
Salah satu dampak besar
dari perkembangan ini adalah meningkatnya popularitas belanja daring sebagai
bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Kehadiran platform e-commerce turut
mendorong pola konsumsi yang meningkat, terutama di kalangan anak muda, dengan
minat utama pada produk fashion dan kecantikan.
Pertumbuhan pengguna
e-commerce di Indonesia didukung oleh banyaknya aplikasi belanja daring yang
tersedia. Mulai dari media sosial seperti Instagram hingga platform belanja
khusus yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan fitur lengkap seperti
deskripsi produk, ukuran, harga, serta ulasan dari pembeli. Fasilitas-fasilitas
ini membuat pengalaman belanja semakin nyaman.
Sebagai contoh,
Anastasya, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Tahuna, mengaku sering membeli
produk fashion, aksesori, serta barang perawatan tubuh melalui
e-commerce.
Sementara itu, Johan,
seorang mahasiswa di perguruan tinggi lainnya, lebih sering membeli barang
elektronik dan gadget. Keduanya sepakat bahwa alasan utama mereka memilih
belanja daring adalah promo menarik seperti diskon, ongkos kirim gratis, serta
kemudahan pembayaran seperti COD (Cash On Delivery) atau transfer bank.
Platform e-commerce tidak
hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mencakup seluruh proses
dari pengembangan hingga pelayanan pelanggan. Konsumen dapat memilih metode
pembayaran yang beragam, termasuk COD, transfer bank, dompet digital (e-wallet),
hingga PayLater, yang semakin memudahkan transaksi mereka.
Chintya, seorang pegawai,
mengungkapkan bahwa ia berbelanja daring sebanyak 3-5 kali dalam sebulan.
Rahma, seorang pengguna lain, mengaku berbelanja online 3-4 kali sebulan karena
efisiensinya.
Ia merasa tidak perlu
menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengunjungi toko fisik. Fahri menambahkan
bahwa promo diskon dan gratis ongkir menjadi alasan utama dirinya lebih memilih
belanja online. Sementara itu, Ayu sering membeli produk kecantikan, pakaian,
hingga buku dengan pengeluaran mencapai satu juta rupiah dalam satu kali
pembelian.
Meski memberikan banyak
manfaat, keberadaan platform belanja daring juga membawa dampak negatif.
Generasi muda, misalnya,
merasakan kemudahan dalam berbelanja tanpa harus mendatangi toko secara
langsung, namun sering kali terjebak pada perilaku konsumtif.
Diskon dan promo yang
ditawarkan menjadi daya tarik, tetapi hal ini juga memicu pengeluaran yang
tidak terkontrol, bahkan untuk barang-barang yang sebenarnya kurang dibutuhkan.
Namun, keputusan belanja
tidak selalu berdasarkan kebutuhan. Impulsive buying, atau pembelian impulsif
tanpa pertimbangan matang, menjadi fenomena yang kerap terjadi.
Pola ini mendorong
konsumen untuk membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan, menciptakan
kebiasaan konsumtif yang sulit dihentikan. Belanja online, secara tidak
langsung, membentuk pola pikir dan perilaku konsumtif yang terus meningkat
tanpa batas. (Rico)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1220667/kehadiran-e-commerce-memicu-maraknya-perilaku-konsumtif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar