Kamis, 28 Juli 2022

MASAMPER MATA RANTAI KEKELUARGAAN SANGIHE


Tradisi menyanyi masyarakat suku Sangihe Talaud telah ada jauh sebelum masuknya Agama Islam, Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Konon diwaktu yang lampau masyarakat suku Sangihe Talaud menganut Kepercayaan Aninisme maka peranan musik etnis primitf pada upacara pemujaan terhadap yang didewakan mendapat tempat utama dimana musik erat kaitannya dengan magic. Terkait dengan artikulasi bahasa Indonesia, balas atau baku balas telah menjadi ciri khas utama dari proses penyajian lagu – lagu etnis bahkan menjadi sebagian aktivitas seni vokal.

Sejak 1938 masyarakat suku Sangihe Talaud sudah gemar bernyanyi berbalas – balasan menggantikan nyanyian rakyat dahulu kala seperti Sasambo yang dilantumkan bebalasan dengan tema rohani dengan nyanyian sekuler yang kesemuanya menjadi bagian dari sub tema Lagu Masamper atau Mebawalase yang berkembang dewasa ini.

Pemerhati Budaya Sangihe, Martinus Makitulung menuturkan,” Masamper itu adalah kesenian Rakyat dari Kabupaten Sangihe yang sebelumnya disebut Mebawalase artinya berbalas – balasan lagu karena setelah perkembangan zaman maka masamper ini sudah merakyat sampai ke tingkat-tingkat anak sekolah dan masamper ini tidak juga dilombakan tapi juga ada di acara – acara perkawinan, acara keluarga dilaksanakan juga di acara pemakaman untuk penghiburan bagi keluarga berduka. Jadi masamper sudah merakyat dan kita Warga Sangihe, hampir semua kecamatan dan desa memiliki kelompok masamper digantikan dengan jenis – jenis lagu, ada lagu pertemuan.”


Lagu yang diangkat pada setiap pergantian tema sub tema statusnya bersifat dialog. Sementara lagu balasannya bersatus sebagai jawaban atau respon terhadap lagu awal. Disinilah terjadi proses komunikasi yang bersifat teater sedangkan gerakan tubuh dalam penyajian bukanlah gerakan yang distilir seperti gerakan tari namun dalam satu barisan yang rapi dan dalam nyanyian memiliki tempo serta tingkat kecepatan sebagai gerakan pengganti meterium atau birama. Jenis tema dan sub tema nyanyian masamper meliputi tema religius, sosial, cinta bangsa dan tanah air serta sastra daerah. Tema religius mengandung nilai ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam pujian rohani, kelahiran, kematian, kebangkitn, peperangan rohani, pengeluhan dan ratapan.

Selain itu pula kenangan bagi ayah bunda dan pujian pernikahan. Untuk tema sosial terkandung nilai kebersamaan, kegotong –royongan, moral dan etika yang mewarnai hubungan antar masyarakat berbangsa dan bernegara. Tema sosial ini sangat erat hubungannya dengan lagu pertemuan, perpisahan, budi baik dan rasa cinta antar dua insan laki-laki dan perempuan serta cinta terhadap tanah air yang menyangkut perjuangan, ketahanan nasional, dan pembangunan. Sedangkan untuk tema sastra digolongkan dalam tiga tingkatan yaitu bahasa halus yang digunakan kalangan kerajaan, bahasa pelaut atau sasahara sasalili yang berfungsi sebagai bahasa rahasia dalam alam dan bahasa biasa yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.


Teknik Mebawalase atau berbalasan yang menonjol pada Seni Budaya ini, dapat diklasifikasikan yaitu Tumole yang artinya mengikuti atau bergiriran, Metoka Mesomahe (bertentangan berlawanan), Menentiro (menegur dan menasehati),  Menoali yang artinya sindiran sedangkan Menangka (menyatakan kesalahan). Hampir disetiap kegiatan organisasi keagamaan dan perayaan-perayaan hari besar maupun ucapan syukur, hingga kini masamper menjadi pilhan utama mengisi berbagai kegiatan di Sangihe. Tentunya hal ini perlu mendapat perhatian Pemerintah agar Masamper tidak punah ditelan waktu atau bergeser dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Masamper merupakan salah satu kekayaan Budaya Sangihe yang perlu dihargai, dikembangkan dan dilestarikan dimana pada setiap pementasan memerlukan nalar, analisis agar dapat dimaknai maksud dari setiap isi yang disalurkan atau dinyanyikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...