Selasa, 04 Februari 2025

Alfred Limpong Akui Kekurangan, Bertekad Terus Berbenah

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepulauan Sangihe, Alfred N. Limpong, bersama Pj. Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, usai peresmian Gedung layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (3/2/2025) (Foto: Rico/RRI Tahuna)

KBRN, Tahuna:  Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan pelayanan publik, Kabupaten Kepulauan Sangihe kini memiliki gedung perpustakaan daerah yang lebih representatif. Fasilitas ini telah resmi beroperasi sejak 3 Februari 2025, namun di balik peresmian ini, terdapat kisah panjang penuh tantangan dan perjuangan. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepulauan Sangihe, Alfred N. Limpong, berbagi kisah dengan rri.co.id, tentang proses pembangunan serta harapan besar yang menyertainya, usai peresmian gedung tersebut pada Senin (3/2/2025).​

Limpong menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung ini telah dirancang sejak dua tahun lalu. Pengerjaan proyek yang dimulai pada April 2024 ini menelan anggaran sebesar Rp10 miliar, dengan nilai kontrak sekitar Rp9 miliar lebih. Selain itu, pengadaan perabot dan fasilitas penunjang lainnya mencapai Rp700 juta.

Baca Juga : Pembangunan Perpustakaan Sangihe Rampung, Fasilitasnya Modern dan Nyaman

"Pembangunan ini bertujuan untuk menyediakan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Artinya, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi juga menjadi wadah bagi usaha kecil dan komunitas kreatif untuk berkarya," ungkap Alfred.

Menurutnya, berbagai fasilitas telah disediakan agar masyarakat dapat memanfaatkan gedung ini secara maksimal. Sejumlah ruangan didesain dengan tampilan modern dan nyaman, memberikan ruang bagi berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, pelatihan, hingga kegiatan seni dan budaya.

Alfred juga mengapresiasi peran mantan Kepala Dinas Perpustakaan, Johanis Pilat, yang turut berkontribusi dalam merealisasikan pembangunan gedung ini. Ia berharap perpustakaan ini dapat menjadi pusat literasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.

Baca Juga : Resmikan Perpustakaan Sangihe, Wounde Soroti Instalasi Listrik Buruk

Meski telah resmi dibuka, Alfred juga mengakui masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, seperti kerapihan pemasangan kabel listrik dan beberapa aspek teknis lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan agar fasilitas ini semakin optimal bagi masyarakat.

"Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan gedung ini. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, kami berharap perpustakaan ini bisa menjadi pusat aktivitas produktif di Sangihe," tutupnya. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1302536/alfred-limpong-akui-kekurangan-bertekad-terus-berbenah

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...