![]() |
Kepala
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepulauan Sangihe, Alfred N. Limpong,
bersama Pj. Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, usai peresmian
Gedung layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin
(3/2/2025) (Foto: Rico/RRI Tahuna) |
KBRN, Tahuna: Sebagai
bagian dari upaya meningkatkan literasi dan pelayanan publik, Kabupaten
Kepulauan Sangihe kini memiliki gedung perpustakaan daerah yang lebih
representatif. Fasilitas ini telah resmi beroperasi sejak 3 Februari 2025,
namun di balik peresmian ini, terdapat kisah panjang penuh tantangan dan
perjuangan.
Kepala Dinas Perpustakaan
dan Arsip Daerah Kepulauan Sangihe, Alfred N. Limpong, berbagi kisah dengan
rri.co.id, tentang proses pembangunan serta harapan besar yang menyertainya,
usai peresmian gedung tersebut pada Senin (3/2/2025).
Limpong menjelaskan bahwa
proses pembangunan gedung ini telah dirancang sejak dua tahun lalu. Pengerjaan
proyek yang dimulai pada April 2024 ini menelan anggaran sebesar Rp10 miliar,
dengan nilai kontrak sekitar Rp9 miliar lebih. Selain itu, pengadaan perabot
dan fasilitas penunjang lainnya mencapai Rp700 juta.
Baca Juga : Pembangunan
Perpustakaan Sangihe Rampung, Fasilitasnya Modern dan Nyaman
"Pembangunan ini
bertujuan untuk menyediakan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Artinya, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi juga
menjadi wadah bagi usaha kecil dan komunitas kreatif untuk berkarya,"
ungkap Alfred.
Menurutnya, berbagai
fasilitas telah disediakan agar masyarakat dapat memanfaatkan gedung ini secara
maksimal. Sejumlah ruangan didesain dengan tampilan modern dan nyaman,
memberikan ruang bagi berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, pelatihan, hingga
kegiatan seni dan budaya.
Alfred juga mengapresiasi
peran mantan Kepala Dinas Perpustakaan, Johanis Pilat, yang turut berkontribusi
dalam merealisasikan pembangunan gedung ini. Ia berharap perpustakaan ini dapat
menjadi pusat literasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat
Kepulauan Sangihe.
Baca Juga : Resmikan
Perpustakaan Sangihe, Wounde Soroti Instalasi Listrik Buruk
Meski telah resmi dibuka,
Alfred juga mengakui masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, seperti
kerapihan pemasangan kabel listrik dan beberapa aspek teknis lainnya. Namun, ia
menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan agar
fasilitas ini semakin optimal bagi masyarakat.
"Kami sangat terbuka
bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan gedung ini. Dengan fasilitas yang cukup
lengkap, kami berharap perpustakaan ini bisa menjadi pusat aktivitas produktif
di Sangihe," tutupnya. (Rico)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1302536/alfred-limpong-akui-kekurangan-bertekad-terus-berbenah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar