![]() |
Israa
& Miraj Islamic calligraphy art. (Foto: Dok/Pinterest/Vecteezy) |
KBRN, Tahuna : Mengacu
pada kelander Hijriah, Isra Mi'raj di peringati setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa
ini memilik makna yang penting bagi seluruh umat muslim.
Isra merupakan perjalanan
Nabi Muhammad SAW, dari Mekah ke Bait Al-Maqdis pada malam hari. Mi'raj adalah
naiknya beliau ke atas langit ketujuh atau sidratilmuntaha dengan menggunakan
kendaraan khusus yang disebut buraq.
Peristiwa Isra disebutkan
didalam Al-Qur'an, "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya
(Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami
berkahi sekelilinngnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar, Maha Melihat." QS.
Al-Isra (17:1).
Adapun Peristiwa Mi'raj
difirmankan "Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat
(pada Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur
panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad)
apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah
dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa
yang dilihatnya itu? Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam
rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratilmuntaha.
Di dekatnya ada surga
tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh
sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang
dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian
tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar." QS Al-Najm,
(53:7-18).
Dikisahkan, Nabi Muhammad
SAW pertama kali menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari.
Setelah melewati beberapa peristiwa sampai akhirnya ditetapkan shalat sebanyak
5 waktu dalam sehari semalam.
Salah satu hikmah penting
dalam peristiwa Isra Mi'raj adalah perintah untuk mengerjakan shalat. Islam
mengajarkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan Allah SWT melalui shalat.
Pada posisi ini seorang hamba berada sangat dekat dengan Sang penciptanya. (FitriR)
Link Berita :
https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1283184/peristiwa-dibalik-peringatan-isra-mi-raj

Tidak ada komentar:
Posting Komentar