Senin, 27 Januari 2025

Peristiwa dibalik Peringatan Isra Mi'raj

 

Israa & Miraj Islamic calligraphy art. (Foto: Dok/Pinterest/Vecteezy)

KBRN, Tahuna : Mengacu pada kelander Hijriah, Isra Mi'raj di peringati setiap tanggal 27  Rajab.  Peristiwa ini memilik makna yang penting bagi seluruh umat muslim.

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari Mekah ke Bait Al-Maqdis pada malam hari. Mi'raj adalah naiknya beliau ke atas langit ketujuh atau sidratilmuntaha dengan menggunakan kendaraan khusus yang disebut buraq.

Peristiwa Isra disebutkan didalam Al-Qur'an, "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilinngnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar, Maha Melihat." QS. Al-Isra (17:1).

Adapun Peristiwa Mi'raj difirmankan "Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu? Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratilmuntaha. 

Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar." QS Al-Najm, (53:7-18).

Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Setelah melewati beberapa peristiwa sampai akhirnya ditetapkan shalat sebanyak 5 waktu dalam sehari semalam.

Salah satu hikmah penting dalam peristiwa Isra Mi'raj adalah perintah untuk mengerjakan shalat. Islam mengajarkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan Allah SWT melalui shalat. Pada posisi ini seorang hamba berada sangat dekat dengan Sang penciptanya. (FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1283184/peristiwa-dibalik-peringatan-isra-mi-raj

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...