Ilustrasi
Klappertaart Kudapan Khas Sulawesi Utara, (RRI / Rico)
KBRN
Tahuna: Siapa yang tidak mengenal klappertaart? Kue khas
dari Manado ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang begitu menggoda,
membuat siapa saja yang mencicipinya ingin terus menikmatinya. Namun, tahukah
Anda bahwa klappertaart juga menyimpan cerita di balik pembuatannya?
Klappertaart
adalah kuliner tradisional dari Manado, Sulawesi Utara, yang sering dihidangkan
saat perayaan Natal. Nama “klappertaart” sendiri berasal dari dua kata,
yakni “klapper” dan “taart”. Kedua kata ini merupakan campuran
bahasa Indonesia dan Belanda. Kata “ klapper ” pada mulanya mengacu pada “
kelapa, ” yang dalam pelafalan Belanda disebut “klepper,” sedangkan “taart”
berarti kue dalam bahasa Belanda. Hidangan ini memiliki rasa manis dengan
sentuhan gurih, sehingga cocok disajikan sebagai pencuci mulut.
Klappertaart
dibuat dengan bahan utama kelapa, tepung terigu, susu, mentega, dan telur.
Tambahan kacang kenari cincang serta taburan bubuk kayu manis memberikan aroma
rempah yang khas pada kue ini.
Ada
dua metode memasak klappertaart, yakni dengan cara dipanggang atau dikukus.
Jika dipanggang, hasilnya berbentuk padat seperti cake biasa yang dapat
dipotong. Sementara itu, jika dikukus, klappertaart akan memiliki tekstur
sangat lembut seperti custard, yang langsung lumer di mulut ketika dimakan.
(Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/kuliner/1218316/klappertaart-dan-cerita-di-balik-pembuatannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar