Senin, 27 Januari 2025

Klappertaart Dan Cerita Di Balik Pembuatannya

 

Ilustrasi Klappertaart Kudapan Khas Sulawesi Utara, (RRI / Rico)

KBRN Tahuna: Siapa yang tidak mengenal klappertaart? Kue khas dari Manado ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang begitu menggoda, membuat siapa saja yang mencicipinya ingin terus menikmatinya. Namun, tahukah Anda bahwa klappertaart juga menyimpan cerita di balik pembuatannya?

Klappertaart adalah kuliner tradisional dari Manado, Sulawesi Utara, yang sering dihidangkan saat perayaan Natal. Nama “klappertaart” sendiri berasal dari dua kata, yakni “klapper” dan “taart”. Kedua kata ini merupakan campuran bahasa Indonesia dan Belanda. Kata “ klapper ” pada mulanya mengacu pada “ kelapa, ” yang dalam pelafalan Belanda disebut “klepper,” sedangkan “taart” berarti kue dalam bahasa Belanda. Hidangan ini memiliki rasa manis dengan sentuhan gurih, sehingga cocok disajikan sebagai pencuci mulut.

Klappertaart dibuat dengan bahan utama kelapa, tepung terigu, susu, mentega, dan telur. Tambahan kacang kenari cincang serta taburan bubuk kayu manis memberikan aroma rempah yang khas pada kue ini.

Ada dua metode memasak klappertaart, yakni dengan cara dipanggang atau dikukus. Jika dipanggang, hasilnya berbentuk padat seperti cake biasa yang dapat dipotong. Sementara itu, jika dikukus, klappertaart akan memiliki tekstur sangat lembut seperti custard, yang langsung lumer di mulut ketika dimakan. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/kuliner/1218316/klappertaart-dan-cerita-di-balik-pembuatannya

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...