Kamis, 30 Januari 2025

Rayakan Imlek dengan Kegembiraan dan Sukacita Sambut Keberuntungan

E-Flayer Sore Ceria, Peringati Tahun Baru Imlek 2025.
(Foto: Dokumentasi/RRI ProDua Tahuna)

KBRN, Tahuna: Di China liburan yang dijalani masyarakatnya tidak banyak, hanya ada dua momen yaitu perayaan imlek dan hari kemerdekaan. Waktu liburan tersebut benar-benar di pergunakan sebaik mungkin untuk berkumpul bersama sanak keluarga.

Hal ini disampaikan Trisnawati Kakauhe, langsung dari Kota Dalian Provinsi Liaoning China Utara dalam obrolan Sore Ceria di programa 2 RRI Tahuna, dalam memperingati Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Rabu (29/01/2025).

Dikatakannya, dua hari sebelum hari H, biasanya persiapan sudah dilakukan dimulai dari bersih rumah sampai menyiapkan baju baru. Sementara untuk hidangan imlek, orang-orang cina lebih suka memasak sendiri ketimbang membeli.

"Malam akhir tahun mereka standby hingga tengah malam, ada yang sudah main petasan dan ada yang mengunjungi wihara," ujarnya.

Lanjut dikatakannya, ketika hari H tiba yaitu perayaan Tahun Baru Imlek semuanya liburan. Ada yang menghabiskan waktu dengan makan-makan bersama keluarga dan berbagi angpao, serta jalan-jalan mengunjungi mall.

Kakauhe menambahkan, pada perayaan imlek hampir sebagian besar menggunakan pakaian berwarna merah. Karena bagi orang cina warna merah melambangkan kemakmuran

" Di sepanjang jalan di wilayah Dalian juga terpasang lampion-lampion dan berbagai ornamen Imlek,"ucapnya.(UMY)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1288233/rayakan-imlek-dengan-kegembiraan-dan-sukacita-sambut-keberuntungan

  

Aseng, Warkop Tiga Generasi Anti Degradasi

 

Di sebuah sudut kota kecil Tarakan, Kalimantan Utara, terdapat sebuah tempat sederhana yang telah menjadi saksi perjalanan waktu lebih dari tujuh dekade. Tempat itu adalah Warung Kopi Indra, yang lebih dikenal oleh penduduk lokal dengan sebutan Warung Kopi Aseng. Berdiri sejak tahun 1949, warung kopi ini tidak hanya menyajikan secangkir kopi hangat, tetapi juga menyimpan sejarah dan kenangan lintas generasi.

Pemiliknya saat ini, Feni, adalah sosok perempuan tangguh yang meneruskan usaha keluarga ini. Dalam perjalanannya, Warung Kopi Aseng telah melalui berbagai masa sulit, termasuk badai pandemi yang melanda dunia beberapa tahun lalu. Dengan segala keterbatasan, Feni tetap mempertahankan warung kopi ini dan, lebih penting lagi, tetap memperkerjakan para karyawan yang sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar warung ini.

“Saya harus menjual mobil saya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan membayar karyawan. Berat sekali, tapi saya tidak sampai hati mengurangi pegawai. Banyak yang menggantungkan hidup di sini. Kalau saya suruh mereka pulang, bagaimana perasaan mereka? Saya juga punya hati nurani,” ungkap Feni dengan mata berkaca-kaca saat mengenang masa-masa sulit itu.

Dari Warung Kecil ke Ikon Kota

Warung Kopi Aseng memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1930-an. Pada masa itu, Aseng, pendiri warung ini, hanya membuka warung kecil dengan beberapa pelanggan tetap. Namun, pada tahun 1949, warung ini mulai berkembang lebih besar dan menjadi tempat favorit bagi masyarakat sekitar. Dengan dinding kayu sederhana dan arsitektur klasik yang tetap dipertahankan hingga kini, warung ini memancarkan nuansa nostalgia yang kuat.

“Nenek saya dulu bercerita bahwa warung ini dimulai dengan sangat sederhana. Hanya ada beberapa kursi dan meja. Seiring waktu, ayah saya melanjutkan usaha ini, hingga akhirnya sampai ke tangan saya,” kata Feni.

Warung ini tetap mempertahankan arsitektur tradisionalnya. Memasuki Warung Kopi Aseng, pengunjung akan disambut oleh suasana tempo dulu. Dinding kayu berwarna putih gading, meja persegi, dan kursi plastik sederhana adalah ciri khas tempat ini. Tidak ada mesin pendingin udara atau sofa mewah seperti yang biasa ditemukan di kafe modern. Sebagai gantinya, kipas angin sederhana yang tergantung di atap menjadi penyejuk ruangan. Kesederhanaan ini justru menjadi daya tarik utama Warung Kopi Aseng, memberikan sensasi ngopi ala masa lalu yang sulit ditemukan di tempat lain.

Kopi Racikan Khas yang Melegenda

Rahasia keistimewaan Warung Kopi Aseng terletak pada kopi racikan khasnya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kopi yang digunakan berasal dari hasil panen petani lokal di Malinau dan Sulawesi. Biji-biji kopi ini diolah sendiri di warung dengan cara tradisional, mulai dari disangrai hingga digiling. Proses ini memberikan rasa autentik yang tidak dapat disamai oleh kopi-kopi modern.

“Kopi di sini spesial karena kami mengolah semuanya sendiri. Kami sangrai menggunakan wajan tradisional dan menggilingnya langsung di sini. Rasanya berbeda dengan kopi lain,” jelas Feni. Dengan harga Rp15.000 per cangkir, kopi ini tidak hanya nikmat tetapi juga terjangkau.

Selain kopi, warung ini juga menyajikan berbagai camilan seperti bakpau, bakpia, dan roti-roti homemade. Semua dibuat tanpa bahan pengawet dan menggunakan bahan-bahan berkualitas. “Kami selalu membuat semua makanan sendiri. Tidak ada titipan dari orang lain. Itulah yang membuat rasa makanan kami tetap konsisten dari dulu hingga sekarang,” tambah Feni.

Bertahan di Tengah Kompetisi

Budaya ngopi di Tarakan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kafe-kafe modern bermunculan di setiap sudut kota, menawarkan suasana mewah dengan hiburan live music. Namun, Feni tidak menganggap kafe-kafe tersebut sebagai pesaing. Baginya, setiap tempat memiliki ciri khasnya sendiri.

“Saya tidak pernah merasa tersaingi. Semua orang berhak berusaha. Saya hanya menjalani usaha ini apa adanya. Rezeki sudah ada yang mengatur. Apa yang saya dapatkan hari ini, saya syukuri saja,” kata Feni dengan senyuman tulus.

Warung Kopi Aseng memiliki pelanggan setia yang terus datang selama bertahun-tahun. Salah satu pelanggan tersebut adalah Haryo, warga Kampung Bugis Tarakan, yang telah menjadi pelanggan tetap selama enam tahun terakhir. “Saya suka ngopi di sini karena suasananya nyaman dan kopinya enak. Kalau sehari saja warung ini tutup, rasanya ada yang kurang,” ujar Haryo sambil tertawa.

Filosofi Kesederhanaan

Feni percaya bahwa kesederhanaan adalah kunci untuk menjalani hidup. Ia tidak pernah menetapkan target tinggi dalam menjalankan usahanya. “Yang penting cukup. Kalau kita selalu merasa cukup, maka hidup akan lebih tenang,” ujarnya.

Filosofi ini tercermin dalam cara Feni mengelola Warung Kopi Aseng. Tidak ada perubahan besar dalam konsep warung ini sejak pertama kali dibuka. Segala sesuatunya dijalankan sesuai tradisi, mempertahankan rasa asli yang telah melekat di hati para pelanggannya.

Warisan yang Terus Hidup

Warung Kopi Aseng adalah bukti bahwa tradisi dan kesederhanaan bisa bertahan di tengah perubahan zaman. Tiga generasi telah mengelola warung ini, dan semangat untuk menjaga warisan keluarga tetap menyala. Di setiap cangkir kopi yang disajikan, tersimpan cerita tentang perjuangan, kerja keras, dan cinta terhadap tradisi.

Di era modern ini, Warung Kopi Aseng mengajarkan kita untuk menghargai hal-hal sederhana yang sering kali terlupakan. Di balik secangkir kopi hangat, terdapat kenangan dan cerita yang membuat setiap kunjungan ke warung ini menjadi pengalaman yang istimewa.

Feni berharap, warung ini akan terus bertahan dan menjadi tempat bagi generasi berikutnya untuk mengenal tradisi yang telah dijaga selama puluhan tahun. Dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki Feni, Warung Kopi Aseng bukan sekadar tempat ngopi, melainkan simbol keteguhan dan cinta terhadap warisan keluarga yang tak lekang oleh waktu.

 

Rabu, 29 Januari 2025

Meihua: Simbol Harapan dan Keindahan di Tahun Baru


Meihua (China) / Sakura (Jepang) / Cherry Blossom (Inggris)

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, berbagai dekorasi khas menghiasi rumah dan tempat usaha, menciptakan suasana yang penuh semangat dan harapan. Salah satu elemen dekoratif yang tidak pernah absen adalah pohon Meihua, yang tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga membawa makna mendalam. Meihua, yang dalam bahasa Mandarin terdiri dari kata "mei" yang berarti indah dan "hua" yang berarti bunga, dapat diartikan sebagai "bunga yang cantik".

Filosofi di Balik Bunga Meihua

Bunga Meihua telah lama menjadi simbol ketekunan dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Tidak seperti kebanyakan tanaman berbunga yang tumbuh di musim semi atau panas, Meihua justru berkembang di tengah musim dingin yang membekukan. Kemampuannya untuk tetap tumbuh dan mekar meskipun dikelilingi oleh cuaca ekstrem menjadikannya representasi kekuatan, harapan, dan kebahagiaan yang tidak mudah pudar. Oleh karena itu, bunga ini melambangkan awal yang baru dan keberanian untuk menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Bunga Meihua juga dipercaya membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi keluarga yang menempatkannya sebagai dekorasi di rumah. Oleh karena itu, masyarakat Tionghoa sering menggantungkan angpao berwarna merah dan emas pada pohon Meihua, sebagai lambang keberuntungan dan harapan akan rezeki yang melimpah.

Meihua dalam Tradisi dan Kehidupan Sehari-hari

Menjelang Tahun Baru Imlek, Meihua mulai menghiasi banyak rumah dan ruang publik. Meskipun aslinya pohon ini tumbuh di daerah beriklim dingin, banyak masyarakat yang menggunakan versi tiruan yang dapat digunakan kembali setiap tahunnya. Selain menghemat biaya, pohon tiruan juga memberikan kemudahan bagi mereka yang tinggal di daerah tropis, di mana Meihua asli sulit tumbuh.

Tidak hanya di Tiongkok, bunga Meihua juga tumbuh di berbagai negara Asia Timur seperti Jepang, Korea, Vietnam, dan Taiwan. Pohon ini ditemukan pada ketinggian antara 1.700 hingga 3.100 meter di atas permukaan laut, terutama di tepi sungai, hutan, pegunungan, dan pinggir jalan. Dengan bunga berdiameter sekitar 2–2,25 cm dan tinggi pohon yang dapat mencapai 10 meter, keindahan Meihua dapat dinikmati oleh banyak orang, baik dalam bentuk alami maupun sebagai bagian dari dekorasi seni.

Inspirasi dalam Seni dan Sastra

Keindahan dan filosofi Meihua telah menginspirasi berbagai karya seni dan sastra di Tiongkok. Dalam puisi klasik, seperti "Bunga Meihua di Taman Bukit" oleh Lin Bu dari Dinasti Song, Meihua digambarkan sebagai simbol kecantikan dan ketabahan. Selain itu, legenda Putri Shouyang juga mengaitkan Meihua dengan unsur mistis, menjadikannya bunga yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.

Meihua bukan sekadar dekorasi Tahun Baru Imlek, tetapi juga cerminan harapan, ketahanan, dan semangat untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Dengan warna merah muda dan putih yang lembut, serta wangi yang khas, Meihua menjadi lambang keindahan dan keberuntungan yang selalu dinantikan setiap pergantian tahun.

Mendagri Atur Penggunaan Jas untuk ASN di Daerah

 

Penggunaan jas pada saat penerimaan penghargaan Satya Lencana. (Foto : RRI/FitriR)

KBRN, Tahuna: Pakaian dinas merupakan salah satu simbol atau penanda identitas dan wibawa Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, resmi menetapkan  aturan penggunaan jas untuk ASN di Daerah.

Permendagri Nomor 10 Tahun 2024 mengatur tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara. Didalam pasal 11 Ayat (2) dijelaskan, Pakaian Sipil lengkap untuk ASN pria maupun  wanita berupa jas berwarna gelap, kemeja lengan panjang putih, rok atau celana panjang yang berwarna sama dengan jas, sepatu hitam dan dasi untuk ASN pria.

Setelan jas lengkap ini wajib digunakan oleh ASN di lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah pada acara tertentu saja, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. yaitu :

1.    Acara kenegaraan

2.    Acara resmi

3.    Perjalanan dinas ke luar negeri

4.    Acara tertentu pada kegiatan pendidikan dan pelatihan

5.    Pelantikan pejabat struktural dan pelantikan pejabat fungsional

6.    Penerimaan penghargaan Satya Lencana Karya Satya.

Sementara itu penggunaan pakaian dinas harian juga diatur dalam Peraturan Menteri tersebut. Di hari Senin dan Selasa menggunakan PDH Khaki, Rabu yaitu Kemeja Putih kemudian Kamis dan Jumat menggunakan batik.

Dijelaskan juga, PNS dan PPPK yang tidak mematuhi kewajiban penggunaan pakaian dinas akan dikenakan sanksi disiplin ASN. Penggunaan pakaian dinas juga menjadi salah satu indikator penailaian dalam evaluasi perilaku kerja pegawai pada SKP ASN.(FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1284724/mendagri-atur-penggunaan-jas-untuk-asn-di-daerah

 


Esensi Dewa-Dewa Imlek : Pelindung, Pembawa Berkah, dan Kekayaan

Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2025, adalah momen yang sangat dinantikan oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Sebagai salah satu perayaan tradisional terbesar, Imlek menjadi simbol kebersamaan, harapan baru, dan penghormatan kepada leluhur serta dewa-dewa penting yang dipercaya membawa keberuntungan, perlindungan, dan kemakmuran sepanjang tahun. Tahun ini, perhatian khusus diberikan kepada empat dewa utama yang memiliki peranan vital dalam tradisi Imlek: Tai Sui, Cai Shen, Men Shen, dan Zao Jun.

Tai Sui : Penjaga Takdir dan Pengatur Keberuntungan

Dikenal juga sebagai Adipati Agung Jupiter, Tai Sui adalah sosok penting dalam kepercayaan Tionghoa yang dipercaya memengaruhi nasib dan kesejahteraan selama setahun penuh. Setiap tahun, posisi Tai Sui diwakili oleh salah satu dari 60 dewa yang silih berganti menjalankan tugas ini. Oleh sebab itu, menghormati Tai Sui melalui doa dan persembahan menjadi ritual yang tidak pernah terlewatkan oleh mereka yang berharap mendapatkan perlindungan, kelancaran rezeki, dan kesehatan.

Dewa Tai Sui

Dalam praktiknya, umat Tionghoa mengunjungi kuil Tai Sui untuk memberikan persembahan berupa dupa, lilin, dan berbagai makanan sebagai wujud rasa hormat. Banyak yang percaya bahwa dengan menyelaraskan diri dengan energi Tai Sui, mereka dapat menghindari rintangan dan menjalani tahun dengan lebih mulus.

Cai Shen : Dewa Kekayaan yang Menebarkan Rezeki

Cai Shen, yang dikenal luas sebagai dewa kekayaan, memiliki tempat istimewa dalam tradisi Tahun Baru Imlek. Sosok ini sering digambarkan membawa tongkat emas dan duduk di atas harimau, simbol kekuatan dan kemakmuran. Nama Cai Shen disebut-sebut dalam doa mereka yang berharap rezeki melimpah dan kesuksesan finansial.

Dewa Cai Shen

Selama perayaan Imlek, banyak keluarga memasang gambar atau patung Cai Shen di rumah atau tempat usaha untuk menarik keberuntungan. Persembahan berupa buah-buahan, teh, bunga, dan dupa diberikan untuk menghormati dewa ini. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol harapan akan kemakmuran, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja keras dan kebajikan dalam mencapai kekayaan.

Men Shen : Penjaga Pintu dan Pelindung Rumah

Men Shen adalah dewa yang melindungi rumah dan tempat usaha dari pengaruh roh jahat. Dalam sejarahnya, Men Shen sering diidentikkan dengan dua tokoh legendaris dari Dinasti Tang, yaitu Qin Shubao dan Yuchi Gong. Kedua jenderal ini dikenal karena kesetiaan mereka terhadap Kaisar Taizong, yang kemudian menjadikan mereka simbol perlindungan.

Dewa Men Shen

Potret Men Shen biasanya ditempatkan di pintu masuk rumah atau toko untuk mengusir energi negatif dan memberikan rasa aman kepada penghuni. Setiap Tahun Baru Imlek, potret ini diganti dengan yang baru untuk memperbarui perlindungan. Kehadiran Men Shen mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Zao Jun Gong : Dewa Dapur yang Menyampaikan Laporan Surgawi

Sebagai dewa dapur, Zao Jun memegang peranan penting dalam kehidupan rumah tangga. Ia dipercaya mengamati perilaku setiap anggota keluarga sepanjang tahun dan melaporkan perbuatannya kepada Kaisar Langit. Ritual khusus dilakukan pada hari keempat Tahun Baru Imlek, di mana patung atau gambar Zao Jun dibakar sebagai simbol bahwa ia kembali ke surga.

Dewa Zao Jun Gong

Untuk memastikan Zao Jun memberikan laporan yang baik, keluarga memberikan persembahan berupa makanan manis seperti kue ketan Cina (nian gao) atau permen. Tradisi ini mengajarkan nilai kejujuran, kerja keras, dan keharmonisan dalam keluarga.

Makna Mendalam di Balik Tradisi Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar momen berkumpul bersama keluarga, tetapi juga sarana untuk menghormati tradisi dan keyakinan yang telah diwariskan selama berabad-abad. Keempat dewa ini, Tai Sui, Cai Shen, Men Shen, dan Zao Jun, menjadi simbol harapan akan perlindungan, kekayaan, dan keberuntungan.

Setiap ritual yang dilakukan, mulai dari menggantung potret dewa hingga memberikan persembahan, mengandung pesan mendalam tentang pentingnya rasa syukur, doa, dan usaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Tahun Baru Imlek adalah pengingat bahwa harmoni, kerja keras, dan keyakinan yang tulus adalah kunci untuk menghadapi segala tantangan yang ada di tahun yang baru.

Sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di dunia, Imlek membawa pesan universal tentang pentingnya menjaga tradisi, menghormati leluhur, dan menyambut masa depan dengan hati yang penuh harapan. Dengan penghormatan kepada dewa-dewa ini, umat Tionghoa berharap dapat menjalani tahun yang penuh keberuntungan, kedamaian, dan kemakmuran.


Selasa, 28 Januari 2025

Semarak Sincia: Filosofi dan Harapan Tahun Ular Kayu

Tahun Baru Imlek, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Sincia di kalangan komunitas Tionghoa, merupakan perayaan penting yang dirayakan di seluruh dunia. Tahun 2025 membawa perayaan ini ke tanggal 29 Januari, menandai dimulainya Tahun Ular Kayu dalam kalender lunar Tionghoa. Lebih dari sekadar pergantian tahun, Sincia mengandung filosofi mendalam, tradisi kaya, dan harapan baru yang menyegarkan. 

Bagaimana sejarah panjang ini bermula, apa makna di baliknya, dan bagaimana tradisi ini tetap relevan hingga saat ini? Mari kita telusuri bersama.

Awal Mula Tradisi Sincia: Legenda dan Sejarah

Perayaan Sincia bermula dari kisah-kisah rakyat yang telah diwariskan selama ribuan tahun. Salah satu legenda yang paling terkenal adalah cerita tentang Nian, seekor monster ganas yang muncul setiap akhir tahun untuk meneror desa-desa. Nian ditakuti karena kebiasaannya memangsa manusia dan hewan ternak. Namun, masyarakat akhirnya menemukan cara untuk mengusirnya: suara keras, api, dan warna merah yang diyakini membuat Nian takut. Dari legenda ini, lahirlah tradisi memasang petasan, menghias rumah dengan warna merah, dan menyalakan lampion untuk menyambut tahun baru.

Secara historis, Sincia memiliki akar yang kuat dalam budaya agraris masyarakat Tionghoa. Dikenal sebagai Chun Jie, atau Festival Musim Semi, perayaan ini menandai awal musim tanam. Musim semi dianggap sebagai simbol pembaruan dan harapan baru, menjadikan tahun baru momen untuk menyambut kehidupan yang lebih baik.

Filosofi Sincia: Refleksi, Harmoni, dan Harapan

Sincia tidak hanya meriah dalam perayaannya, tetapi juga kaya akan nilai-nilai filosofis. Tiga makna utama yang dapat dipetik dari tradisi ini adalah:

  1. Pembaruan Diri: Sincia adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan tahun yang telah berlalu. Membersihkan rumah secara fisik dan simbolis mencerminkan pembuangan energi negatif dan persiapan untuk menyambut hal-hal baik di masa depan.

  2. Keharmonisan Keluarga: Salah satu tradisi penting adalah makan malam bersama keluarga besar pada malam tahun baru. Momen ini menjadi lambang persatuan, keharmonisan, dan rasa syukur atas kebersamaan.

  3. Kemakmuran dan Keberuntungan: Tradisi seperti pemberian angpao, penggunaan warna merah, dan hiasan bertuliskan karakter keberuntungan adalah simbol harapan akan rezeki dan kesuksesan di tahun mendatang.

Tahun Ular Kayu 2025: Apa yang Ditawarkan?

Menurut kalender Tionghoa, tahun 2025 adalah Tahun Ular Kayu. Shio Ular dikenal dengan sifatnya yang cerdas, intuitif, dan bijaksana. Ditambah elemen kayu yang membawa energi pertumbuhan, kreativitas, dan fleksibilitas, tahun ini diprediksi menjadi waktu yang baik untuk:

  • Pengembangan Diri: Tahun ini memberi peluang besar untuk belajar keterampilan baru dan meningkatkan pengetahuan.
  • Inovasi dan Kreativitas: Elemen kayu membawa energi untuk menciptakan ide-ide segar dan solusi kreatif.
  • Mempererat Hubungan: Dengan karakter Ular yang bijaksana, 2025 menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan sosial dan mempererat tali persaudaraan.

Tradisi dan Perayaan Sincia di Berbagai Negara

  1. Tiongkok: Di tanah asalnya, Sincia dirayakan dengan sangat meriah. Tradisi seperti pesta kembang api, pertunjukan barongsai, dan pulang kampung (Chunyun) menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

  2. Indonesia: Di Indonesia, masyarakat Tionghoa merayakan Sincia dengan mengunjungi klenteng, berbagi angpao, dan menyantap hidangan khas seperti kue keranjang. Tradisi ini mencerminkan akulturasi budaya yang kaya di Nusantara.

  3. Malaysia dan Singapura: Kedua negara ini terkenal dengan festival budaya dan parade besar-besaran untuk merayakan Sincia. Hidangan Yee Sang, salad ikan mentah yang diaduk bersama, menjadi simbol kemakmuran.

  4. Korea (Seollal): Meski dikenal dengan nama Seollal, masyarakat Korea juga merayakan tahun baru lunar dengan tradisi khas seperti mengenakan hanbok, memberikan penghormatan kepada leluhur, dan bermain permainan tradisional.

Harapan dan Makna di Balik Sincia 2025

Sincia 2025 adalah momen untuk memperbarui semangat dan harapan. Dengan filosofi yang mengajarkan pentingnya refleksi, kebersamaan, dan rasa syukur, perayaan ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga inspirasi untuk memulai tahun baru dengan langkah yang lebih baik.

Selamat Sincia 2025! Semoga tahun baru membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi kita semua.

Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Anggaran Hingga 306 Triliun

 

Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto : Dok/BPMI Setpres)

KBRN, Tahuna : Presiden RI, Prabowo Subianto, menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 yang mengatur pembatasan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. 

Kebijakan ini bertujuan untuk efisiensi anggaran, yang diperkirakan dapat menghemat hingga Rp306 triliun dan dialokasikan untuk program prioritas lainnya.

Inpres yang diterbitkan pada 22 Januari 2025 ini ditujukan kepada Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Gubernur, serta Bupati/Wali Kota.

Dalam instruksinya, Presiden meminta agar seluruh pihak yang dituju melakukan pengurangan belanja operasional dan non-operasional. Penghematan anggaran ini mencakup belanja operasional perkantoran, belanja pemeliharaan, perjalanan dinas, bantuan pemerintah, pembangunan infrastruktur, serta pengadaan peralatan dan mesin.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Keuangan telah mengeluarkan surat edaran terkait Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga dalam pelaksanaan APBN 2025. Edaran tersebut menginstruksikan Menteri dan Pimpinan Lembaga untuk:

a. Melakukan revisi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing guna memastikan efisiensi dalam anggaran belanja Kementerian/Lembaga pada APBN 2025.

b. Melakukan efisiensi anggaran belanja seluruh Kementerian/Lembaga sebesar Rp256,1 triliun (dua ratus lima puluh enam triliun seratus miliar rupiah).

Menteri Keuangan juga meminta agar usulan revisi pembintangan anggaran disampaikan paling lambat 14 Februari 2025. Seluruh proses ini diharapkan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). (FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1286690/presiden-prabowo-instruksikan-efisiensi-anggaran-hingga-306-triliun

 


Aktivitas Masyarakat di Pusat Kota Tahuna Mulai Normal

Pusat Kota Tahuna Hari Ini (Foto : Sriyani / RRI Tahuna)

KBRN, Tahuna : Suasana pusat kota pada hari libur kali ini berbeda dibandingkan kemarin. Jika sebelumnya aktivitas masyarakat terlihat sepi, hari ini mulai nampak berbagai kegiatan di pusat pertokoan dan area kuliner.

Pantauan rri.co.id pagi ini, beberapa toko telah dibuka seperti biasa, sementara para pedagang kaki lima mulai menggelar lapak di sekitar pusat kota. 

Tak hanya itu, aktivitas angkutan umum dan ojek juga kembali berjalan seperti biasa, melayani masyarakat yang beraktivitas di berbagai wilayah dalam kota maupun luar kota Tahuna.

Selain itu, suasana pusat kota juga dipenuhi oleh masyarakat yang memanfaatkan hari libur untuk berolahraga di kawasan terbuka. Beberapa di antaranya tampak berjalan kaki atau jogging, sementara yang lain memilih untuk bersantai menikmati suasana pagi.

Para pedagang kecil pun mulai menjajakan dagangan mereka di area pusat kota, termasuk di sekitar lokasi olahraga. Hal ini menunjukkan geliat ekonomi yang kembali hidup meskipun masih dalam suasana hari libur.

Kehadiran masyarakat di pusat kota pada hari ini menambah semarak suasana dan memberikan energi baru bagi aktivitas sehari-hari.  (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1284768/aktivitas-masyarakat-di-pusat-kota-tahuna-mulai-normal

  

Senin, 27 Januari 2025

Bupati Wounde Buka Lomba Mancing

 

Peserta lomba mancing dalam rangka Hut Daerah Kepulauan Sangihe ke 600, di pantai boulevard Tahuna, Senin (27/1/2025) (Foto : Riko/RRI.co.id)

KBRN, Tahuna: Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, SH .MH. membuka Lomba Mancing, Senin (27/1/2025), belokasi  di pantai boulevard Tahuna. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Daerah ke 600, yang dirangkaikan dengan Pesta Adat Tulude Tahun 2025. 

Dalam Sambutannya, Wounde, mengatakan pelaksanaan lomba mancing ini sebagai wujud syukur masyarakat sangihe kepada Tuhan  dalan perjalanan sejarah dan kebudayaan. 

Sebagai bagian dari masyarakat yang hidup di tanah yang kaya akan tradisi budaya dan seni, masyarakat sangihe berkewajiban melestarikan semua yang Tuhan Anugrahkan.

"Kekayaan alam yang ada di kepulauan sangihe, salah satunya kekayaan laut,” ucap Albert Huppy.

Sangihe kaya akan sumber kehidupan hasil laut secara turun temurun, dan untuk menjaga kelestarian laut yang banyak memberikan hasil tangkapan juga warisan yang harus dijaga bersama untuk generasi penerus.(Riko)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1283857/bupati-wounde-buka-lomba-mancing

 

 


Peristiwa dibalik Peringatan Isra Mi'raj

 

Israa & Miraj Islamic calligraphy art. (Foto: Dok/Pinterest/Vecteezy)

KBRN, Tahuna : Mengacu pada kelander Hijriah, Isra Mi'raj di peringati setiap tanggal 27  Rajab.  Peristiwa ini memilik makna yang penting bagi seluruh umat muslim.

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari Mekah ke Bait Al-Maqdis pada malam hari. Mi'raj adalah naiknya beliau ke atas langit ketujuh atau sidratilmuntaha dengan menggunakan kendaraan khusus yang disebut buraq.

Peristiwa Isra disebutkan didalam Al-Qur'an, "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilinngnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar, Maha Melihat." QS. Al-Isra (17:1).

Adapun Peristiwa Mi'raj difirmankan "Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu? Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratilmuntaha. 

Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar." QS Al-Najm, (53:7-18).

Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Setelah melewati beberapa peristiwa sampai akhirnya ditetapkan shalat sebanyak 5 waktu dalam sehari semalam.

Salah satu hikmah penting dalam peristiwa Isra Mi'raj adalah perintah untuk mengerjakan shalat. Islam mengajarkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan Allah SWT melalui shalat. Pada posisi ini seorang hamba berada sangat dekat dengan Sang penciptanya. (FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/1283184/peristiwa-dibalik-peringatan-isra-mi-raj

 


Kenali 7 Seri Instax Mini, Praktis dan Stylish

 

Pemakaian kamera Instax Mini 12 warna lilac (Foto: RRI/FitriR)

KBRN, Tahuna: Instax adalah jenis kamera instan  yang dikeluarkan oleh Fujifilm dan memiliki beberapa seri. Kamera ini banyak digemari karena bentuknya yang menarik dan hasil foto yang berkualitas tinggi.

Keunggulan utama yang menjadi daya tarik kamera polaroid ini adalah foto yang dipotret langsung dicetak dengan cepat. Selain itu ada yang bisa menyimpan foto ada juga yang tidak, tergantung serinya.

Diantara beberapa versi kamera Instax, Instax Mini merupakan yang paling populer di kalangan muda. Selain desain yang menawan, varian warna yang ditawarkan juga unik, ada yang berwarna pastel seperti kue macaron.

Dilansir dari Instax-ap.com, berikut beberapa jenis Instax mini yang diluncurkan oleh Fujifilm dan masih tersedia di pasaran saat ini:

1. Instax Mini Evo

Instax Mini Evo memiliki fitur khusus yang dapat menerapkan filter pada setiap foto yang diambil. Dengan fitur dual-printer kamera yang dapat mengambil foto yang telah di simpan di perangkat iOS atau Android dan mencetaknya di Mini Evo melalui aplikasi.

2. Instax Mini LiPlay

Mini LiPlay kamera instax pertama dan satu-satunya yang menghidupkan cetakan hasil foto dengan suara. Nikmati kenangan dalam cetakan dan layar dengan kamera two-in-one dan smartphone printer ini.

3. Instax Mini 99

Intax Mini 99, kamera analog premium yang menghasilkan foto unik dengan lampu LED internal. memiliki enam tampilan warna analog yang berbeda dan didukung oleh LED yang dapat berubah warna di empat sudut di dalam kamera.

4. Instax Mini 90

Instax Mini 90 hadir dengan berbagai fungsi seperti party mode, kids mode dan landscape mode untuk  membantu menyesuaikan gaya pemotretan penggunanya. Jenis kamera ini juga memiliki dua mode eksposur unik untuk real chic throwback.

5. Instax Mini 40

Dengan fitur eksposur otomatis Instax Mini 40, akan menyesuaikan eksposur untuk mengakomodasi kecerahan. Memiliki lensa dengan Selfie Mode, yang dapat menangkap momen pada 0,3 m hingga 0,5 m.

6. Instax Mini 11

Memiliki exposure otomatis yang dapat menangkap latar belakang yang cerah bahkan dalam kegelapan. Instax Mini 11 juga mampu menyesuaikan kecepatan shuter di siang hari atau malam hari.

7. Instax Mini 12

Seri ini secara otomatis menyesuaikan kecepatan rana, kecerahan flash, dan pengaturan lainnya dengan cahaya sekitar. Mini 11 dan Mini 12 diluncurkan dengan berbagai varian warna pastel yang memberikan karakteristik unik.(FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/iptek/1283687/kenali-7-seri-instax-mini-praktis-dan-stylish

 


Lomba Mancing HUT Sangihe Ke-600, Peserta Membludak

 

Laporan Panitia Lomba Mancing Ronny Pasiale, S.Sos. ME. di boulevard Tahuna Senin(27/1/2025).(Riko/RRI.co.id)

KBRN Tahuna: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-600 Daerah Kepulauan Sangihe, panitia bersama Federasi Olahraga Mancing Kabupaten Kepulauan Sangihe (FORMASI) menggelar lomba mancing yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Ketua panitia, Ronny Pasiale, S.Sos, ME, dalam laporannya menyebutkan bahwa lomba ini diikuti oleh 386 peserta. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/1/2025) ini dimulai dari kawasan Ujung Peltu hingga Ujung Boulevard Apes.

" Lomba ini akan menilai pemenang berdasarkan berat ikan yang didapat," ujar Ronny

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pj. Bupati Kepulauan Sangihe, Ketua Penggerak PKK, dan para peserta yang memancing sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WITA di Pantai Boulevard Tahuna.

Kemeriahan acara ini menjadi salah satu bentuk semangat masyarakat dalam memeriahkan HUT Kepulauan Sangihe yang ke-600. (Riko)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/hiburan/1283636/lomba-mancing-hut-sangihe-ke-600-peserta-membludak

 


Klappertaart Dan Cerita Di Balik Pembuatannya

 

Ilustrasi Klappertaart Kudapan Khas Sulawesi Utara, (RRI / Rico)

KBRN Tahuna: Siapa yang tidak mengenal klappertaart? Kue khas dari Manado ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang begitu menggoda, membuat siapa saja yang mencicipinya ingin terus menikmatinya. Namun, tahukah Anda bahwa klappertaart juga menyimpan cerita di balik pembuatannya?

Klappertaart adalah kuliner tradisional dari Manado, Sulawesi Utara, yang sering dihidangkan saat perayaan Natal. Nama “klappertaart” sendiri berasal dari dua kata, yakni “klapper” dan “taart”. Kedua kata ini merupakan campuran bahasa Indonesia dan Belanda. Kata “ klapper ” pada mulanya mengacu pada “ kelapa, ” yang dalam pelafalan Belanda disebut “klepper,” sedangkan “taart” berarti kue dalam bahasa Belanda. Hidangan ini memiliki rasa manis dengan sentuhan gurih, sehingga cocok disajikan sebagai pencuci mulut.

Klappertaart dibuat dengan bahan utama kelapa, tepung terigu, susu, mentega, dan telur. Tambahan kacang kenari cincang serta taburan bubuk kayu manis memberikan aroma rempah yang khas pada kue ini.

Ada dua metode memasak klappertaart, yakni dengan cara dipanggang atau dikukus. Jika dipanggang, hasilnya berbentuk padat seperti cake biasa yang dapat dipotong. Sementara itu, jika dikukus, klappertaart akan memiliki tekstur sangat lembut seperti custard, yang langsung lumer di mulut ketika dimakan. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/kuliner/1218316/klappertaart-dan-cerita-di-balik-pembuatannya

 


Raja Buah Tropis yang Populer dan Enak

 

Jenis Durian Montong yang banyak dijual di Toko Buah (Foto: RRI/FitriR)

KBRN, Tahuna : Durian atau biasa dikenal dengan sebutan "King of Fruits" merupakan salah satu buah yang memiliki cita rasa unik. Dengan ciri khas kulit tebal dan berduri, raja buah tropis ini tumbuh dan banyak ditemukan di Asia Tenggara.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menghasilkan durian paling banyak di Dunia. Di Tanah air, buah ini memiliki karakteristik dan jenis yang beragam.

Memiliki aroma yang kuat, buah durian tidak begitu disukai bagi sebagian orang. Namun, bagi sebagian lainnya aroma dan cita rasa yang khas dari buah ini memberikan kenikmatan tersendiri bagi penikmatnya. 

Berikut ini beberapa jenis Durian yang paling populer dan memiliki cita rasa paling enak di Indonesia:

1.Durian Montong

Durian ini menjadi yang paling populer di Indonesia karena rasanya yang manis dan legit. Paling banyak dijumpai di toko buah dan harganya cukup menguras kantong tetapi sepadan dengan kelezatan yang didapatkan.

Durian Montong memiliki ciri duri dan ukurannya yang besar serta memiliki ruas buah yang menonjol. Daging buah yang tebal dengan biji yang hampir pipih, rasanya manis tanpa rasa pahit.

2. Durian Petruk

Durian Petruk yang paling populer di Pulau Jawa, jenis ini memilik tekstur lembut seperti yoghurt dan aromanya harum. Saat di makan, akan terasa manis diawal kemudian diikuti dengan rasa asam dan pahit.

Namun demikian, Durian ini tetap menjadi incaran para pecinta buah tropis ini. Ketersediaannya yang terbatas membuat durian dengan varietas unggul ini menjadi cukup langka. 

3. Durian Bawor

Jenis durian ini berasal dari daerah Banyumas, penamaan Bawor sendiri diambil dari kata "batang yang di owor-owor". Pohon Durian Bawor memiliki batang akar yang bercabang dan meruapakan perpaduan dari beberapa varietas yang disilangkan.

Hampir sama dengan jenis Durian Montong, memiliki rasa yang manis legit dan memiliki ukuran besar. yang membedakan kedua jenis durian ini adalah kulit Durian Bawor yang cenderung tipis.

4. Durian Bokor

Durian Bokor mempunyai ciri bentuk yang hampir bulat sempurna dengan kulit yang berwarna hijau. Daging durian ini bertekstur saat dibelah serta memiliki rasa yang lembut dan berserat saat dimakan.

Durian ini banyak dibudidayakan di Daerah Majalengka, dalam 1 pohonnya bisa menghasilkan sampai dengan 200 buah. Berat Durian Bokor sendiri bisa mencapai 3-4 kilogram. 

5. Durian Musang King

Memiliki warna daging kuning terang dan bertekstur lembut namun tidak terlalu lembek. Musang King yang awalnya dari Malaisya, kini banyak dikembangkan di Indonesia khususnya di daerah Kalimantan.

Harganya yang relatif mahal berbanding lurus dengan kualitas buahnya yang memiliki daging sangat tebal dan bertekstur seperti mentega. Buahnya lezat dengan rasa manis dan sedikit pahit yang memanjakan lidah.(FitriR)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/kuliner/1282452/raja-buah-tropis-yang-populer-dan-enak

 


TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...