![]() |
Ilustrasi
Nyamuk Aedes Agepty (Ilustrasi Gooegle) |
KBRN,
Tahuna : Kasus demam berdarah cenderung meningkat di awal dan akhir musim
hujan.
Untuk
itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Marore, dr. Jefry Hamonangan Hinonaung,
mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap risiko penyakit demam
berdarah dengue (DBD) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.
"Perhatikan
genangan air. Sebaiknya barang bekas yang bisa menampung air hujan dibuang atau
diminimalkan," imbau Hinonaung, Minggu (29/12/2024).
Pada
awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi menciptakan genangan air yang
ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak. Namun, saat hujan mulai
reda, kemampuan nyamuk untuk terbang jauh berkurang sehingga penyebarannya
lebih terbatas.
Sebaliknya,
di akhir musim hujan, ketika curah hujan mulai menurun, nyamuk kembali aktif
dan bisa menyebar lebih luas. Inilah sebabnya peningkatan kasus DBD sering
terjadi pada November hingga Desember, serta Maret hingga Juni.
Hinonaung
mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ia
menekankan pentingnya melaksanakan langkah 3M : menguras tempat penampungan
air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi
tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ia
juga menegaskan perlunya pendekatan terpadu untuk menekan kasus demam berdarah.
"Tidak ada satu cara yang bisa menyelesaikan masalah ini. Kita perlu
mengombinasikan berbagai upaya, seperti vaksinasi, penerapan program 3M, dan
penggunaan obat nyamuk," jelasnya.
Menurutnya,
Langkah - langkah pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh untuk hasil yang
optimal. Vaksinasi, misalnya, sangat efektif bagi mereka yang belum pernah
terinfeksi virus dengue. Vaksin ini dapat melindungi seseorang dari risiko
terinfeksi demam berdarah di masa mendatang.
Bagi
yang sudah pernah terinfeksi, vaksinasi tetap dapat dilakukan, meskipun dengan
aturan yang berbeda. Untuk orang yang pernah terkena, vaksin cukup diberikan
sekali, sementara bagi yang belum pernah terinfeksi, vaksinasi dilakukan dua
kali.
"Konsistensi
dan keterpaduan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait sangat
penting dalam menjalankan semua intervensi ini," pungkasnya. (Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1223452/waspada-penyakit-demam-berdarah-di-musim-hujan
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar