Selasa, 31 Desember 2024

Waspada Penyakit Demam Berdarah di Musim Hujan

 

Ilustrasi Nyamuk Aedes Agepty (Ilustrasi Gooegle)

KBRN, Tahuna : Kasus demam berdarah cenderung meningkat di awal dan akhir musim hujan. 

Untuk itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Marore, dr. Jefry Hamonangan Hinonaung, mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

"Perhatikan genangan air. Sebaiknya barang bekas yang bisa menampung air hujan dibuang atau diminimalkan," imbau Hinonaung, Minggu (29/12/2024).

Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi menciptakan genangan air yang ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak. Namun, saat hujan mulai reda, kemampuan nyamuk untuk terbang jauh berkurang sehingga penyebarannya lebih terbatas. 

Sebaliknya, di akhir musim hujan, ketika curah hujan mulai menurun, nyamuk kembali aktif dan bisa menyebar lebih luas. Inilah sebabnya peningkatan kasus DBD sering terjadi pada November hingga Desember, serta Maret hingga Juni.

Hinonaung mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ia menekankan pentingnya melaksanakan langkah 3M : menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ia juga menegaskan perlunya pendekatan terpadu untuk menekan kasus demam berdarah. "Tidak ada satu cara yang bisa menyelesaikan masalah ini. Kita perlu mengombinasikan berbagai upaya, seperti vaksinasi, penerapan program 3M, dan penggunaan obat nyamuk," jelasnya.

Menurutnya, Langkah - langkah pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh untuk hasil yang optimal. Vaksinasi, misalnya, sangat efektif bagi mereka yang belum pernah terinfeksi virus dengue. Vaksin ini dapat melindungi seseorang dari risiko terinfeksi demam berdarah di masa mendatang.

Bagi yang sudah pernah terinfeksi, vaksinasi tetap dapat dilakukan, meskipun dengan aturan yang berbeda. Untuk orang yang pernah terkena, vaksin cukup diberikan sekali, sementara bagi yang belum pernah terinfeksi, vaksinasi dilakukan dua kali.

"Konsistensi dan keterpaduan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait sangat penting dalam menjalankan semua intervensi ini," pungkasnya. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1223452/waspada-penyakit-demam-berdarah-di-musim-hujan

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...