Selasa, 31 Desember 2024

Kenali Perbedaan Mendasar Demam Chikungunya dan DBD

 

Ilustrasi Nyamuk Penyebab DBD (Foto. Google / iStockphoto)

KBRN, Tahuna : Menurut dr. Jefry Hamonangan Hinonaung, kebersihan lingkungan yang buruk dapat menjadi pemicu berbagai penyakit, termasuk kedatangan serangga dan hewan yang membawa bahaya, seperti nyamuk. 

Nyamuk merupakan penyebar penyakit yang dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, salah satunya adalah demam chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD), yang sering terjadi di daerah tropis seperti Sangihe.

Meskipun keduanya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, gejalanya sering kali mirip, sehingga banyak yang sulit membedakannya pada tahap awal. Demam chikungunya juga bisa disebabkan oleh Aedes Albopictus. Untuk itu, penting untuk memahami perbedaan gejalanya.

DBD biasanya dimulai dengan demam tinggi yang berlangsung selama 5-7 hari, disertai sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan ruam. Ada dua fase pada DBD: fase demam yang berlangsung 2-7 hari setelah gigitan nyamuk, dan fase kritis yang dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh dalam 24-48 jam, yang kadang memerlukan perawatan rumah sakit.

Sementara itu, demam chikungunya juga diawali dengan demam akut, namun disertai gejala khas berupa poliartralgia (nyeri sendi yang parah), sakit kepala, dan sendi yang membengkak. Gejala chikungunya berlangsung sekitar 1–2 minggu, sementara DBD bisa berlangsung hingga 7 minggu, tergantung kondisi tubuh pasien.

Untuk itu, dr. Jefry menyarankan agar menjaga daya tahan tubuh dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur, guna mencegah kedua penyakit ini. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/kesehatan/1226864/kenali-perbedaan-mendasar-demam-chikungunya-dan-dbd

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...