![]() |
Ilustrasi
Nyamuk Penyebar Virus Demam Berdarah Dengue
|
(Ilustrasi
Google) |
KBRN,
Tahuna ; Demam berdarah, atau yang sering disebut dengue, adalah penyakit yang
bisa menyebabkan suhu tubuh pengidapnya melonjak sangat tinggi.
Gejalanya
meliputi sakit kepala, nyeri pada sendi, otot, dan tulang, serta rasa sakit di
belakang mata. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini tidak bisa
dianggap sepele karena dapat berujung pada kondisi yang sangat berbahaya.
Mengutip
laman resmi WHO tentang Dengue and Severe Dengue terkait data
dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), demam berdarah menjadi
berbahaya karena dapat berkembang dari demam dengue yang memburuk.
Dalam
kasus yang parah, penyakit ini dapat merusak pembuluh darah dan kelenjar getah
bening, memicu muntah darah, perdarahan dari gusi atau hidung, kesulitan
bernapas, hingga pembengkakan hati yang menyebabkan rasa sakit di area perut.
Secara
umum, penyakit ini memiliki tiga tahapan utama: fase demam, fase kritis, dan
fase pemulihan. Pada tahap awal, yaitu fase demam, suhu tubuh bisa mencapai
39–41 derajat Celsius dan berlangsung sekitar 3–4 hari. Uniknya, demam ini
biasanya tidak akan turun meskipun diberikan obat penurun panas.
Fase
berikutnya adalah fase kritis, yang sering menjadi momen krusial dalam
penanganan penyakit ini. Pada fase ini, suhu tubuh mungkin kembali normal,
tetapi kondisi tubuh justru menjadi lebih berbahaya. Pembuluh darah bisa
mengalami kebocoran, yang ditandai dengan munculnya bintik merah pada kulit,
mimisan, atau bahkan perdarahan pada saluran pencernaan.
Jika
fase kritis berhasil dilewati, pasien akan masuk ke tahap pemulihan. Suhu tubuh
stabil, denyut nadi kembali normal, pendarahan berhenti, dan fungsi tubuh mulai
membaik. Nafsu makan pun biasanya kembali, dan bintik merah di kulit perlahan
menghilang. Meski demikian, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk
memastikan bahwa pasien benar-benar telah melewati fase kritis dengan aman.
Inilah
alasan mengapa demam berdarah tidak boleh dianggap enteng. Selain itu, gejala
atau keluhan kesehatan apa pun sebaiknya selalu diperhatikan dengan serius agar
penanganannya tepat waktu dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. (Rico)
Link
Berita :
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar