Minggu, 29 Desember 2024

Kunjungan Kasih, Benarkah Mulai Pudar?

 

KBRN Tahuna : Kuingin mengulang lagi kenangan masa kecilku. Kenangan hari Natal yang Bahagia Kunyalahkan lilin - lilin, kunyalahkan lenteraku. Kenangan Natal di dusun yang kecil. Demikian salah satu bait lagu Kenangan Natal di Dusun Yang Kecil, dipopulerkan pada tahun 1996 oleh Charles Hutagalung dan Tissia. Mendengarkan lagu ini, seolah membangkitkan Kembali kenangan natal di masa kecil.

Salah seorang anggota Connect Grup (CG) Family GMS Tahuna, Rheinhard, menuturkan waktu kecil masih bisa merasakan hangatnya suasana natal bersama orangtua dan sanak saudara. Kalau sudah hari natal, rumah tidak pernah sepi, karena ramai kunjungan dari para relasi, teman, kerabat dan keluarga. 

Bahkan untuk keluar rumah terasa sulit, karena saking banyaknya yang bergantian datang kunjungan kasih ke rumah. Tapi sekarang, suasana seperti itu sudah langka di temukan. Meskipun terlihat sama, tetap saja berbeda, katanya.

Rya Boot Barik, Keyboardis Tim Praise And Worship (PAW) GMS Tahuna mengatakan, bagi umat Kristiani, Paskah memiliki makna yang lebih besar dibanding Natal, karena Paskah menandai tuntasnya misi hidup Yesus Kristus. 

Natal sendiri memperingati kelahiran-Nya, suatu pengalaman yang dialami semua orang, meskipun tidak semua orang menutup hidupnya dengan penuh kemuliaan. Meski begitu, Natal sering dirayakan dengan lebih meriah karena menggambarkan suasana hangat dan kebersamaan dalam keluarga.

Salah satu leader Army of God (AOG) GMS Tahuna, Octovan Parlindungan mengutarakan, perpaduan dengan akhir tahun dan libur panjang, Natal menjadi momen yang dinantikan. Bagi banyak keluarga, Natal menjadi waktu untuk saling berkumpul dan berbagi kasih. Dalam beberapa keluarga, tradisi ini bahkan menjadi kesempatan untuk berbagi hadiah di antara anggota keluarga lainnya.

Kezia, Anggota Profesional Muda (PRO.M) GMS Tahuna menyatakan, dirinya pernah mengalami tinggal di perantauan ketika berkuliah di Manado. Libur panjang memungkinkan dirinya dan anak - anak perantau lainnya kembali ke kampung halaman, mempererat hubungan dengan orang tua dan saudara. 

Ini menjadi kesempatan emas bagi dirinya dan keluarga untuk mempererat kebersamaan. Namun ia juga menyayangkan adanya pergeseran budaya kunjungan kasih dari tahun ke tahun. Momen Natal dirasakan biasa saja seolah kehilangan makna.

Menurut Nolfi Pontoh leader CG Family GMS Tahuna, pergeseran itu terjadi karena sebagian orang beranggapan bahwa dari tahun ke tahun, Natal tetap sama. Padahal, konsepnya tidak demikian. Di tengah modernisasi dan mobilitas tinggi, masyarakat sering kali menjadi lebih terpisah secara emosional dan fisik.

Barik menyebut, momen seperti Natal sebagai "waktu kudus," di mana kebersamaan dapat dirasakan dengan lebih mendalam. Ritual ini mempertegas pentingnya makna hidup dalam komunitas. Ia juga mengungkapkan bahwa ritual bersama menciptakan ikatan emosional yang memperkuat persatuan dan rasa memiliki.

Dalam konteks Natal, Pontoh mengatakan bahwa kebersamaan ini menjadi simbol persaudaraan dan kasih yang menghubungkan keluarga dan masyarakat. Natal sebagai tradisi keluarga menjadi waktu untuk mengungkapkan rindu, berbagi cerita, dan saling memaafkan.

Bagi Barik pribadi, Natal lebih dari sekadar ritual keagamaan. Natal adalah momen yang menumbuhkan rasa syukur atas keluarga, sukacita dalam kebersamaan, dan kesempatan berbagi kebahagiaan.

Pada intinya, kasih dan persatuan adalah bagian dari panggilan umat Kristiani, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Semoga Natal kali ini membawa sukacita, mempererat hubungan, dan mendorong kita untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa, dan semoga kita semua menjadi sahabat bagi sesama. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1221495/kunjungan-kasih-benarkah-mulai-pudar

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...