Salah
satu tempat wisata di Desa Lesa, milik Robin Bengke (Foto: RRI/Rhein)
KBRN,
Tahuna: Walaupun pengelolaan potensi wisata di daerah ini masih jauh dari kata
optimal, para penggiat wisata tetap berusaha semaksimal mungkin, menata
sedemikian rupa tempat wisatanya, ditunjang keindahan alam yang memiliki daya
tarik tersendiri. Salah satu contohnya adalah Pantai Lesa di Kelurahan Tahuna
Timur, yang kini semakin diminati berbagai kalangan sebagai tempat berwisata.
Berlokasi
tidak jauh dari pusat Kota Tahuna, Pantai Lesa mulai menarik perhatian
pengunjung. Namun, beberapa pembenahan masih diperlukan agar pantai ini dapat
menjadi destinasi wisata unggulan. Selain itu, Pantai Lesa juga menyediakan
pengalaman snorkeling, di mana pengunjung bisa melihat jangkar peninggalan
kapal penjajah dari masa lalu di kedalaman laut.
Robin
Bengke, Penggiat Pariwisata dan Ketua Insan Pariwisata Indonesia (IPI) DPW 1
Nusa Utara sekaligus Direktur Utama PT Rosand Tours, menjelaskan bahwa Pantai
Lesa saat ini sedang ditata untuk menjadi lebih menarik bagi para wisatawan. Ia
menyebutkan bahwa di kawasan pantai ini terdapat jangkar peninggalan bangsa
Portugis yang dapat dijumpai saat melakukan snorkeling.
"Di
dasar laut Pantai Lesa terdapat jangkar peninggalan bangsa Portugis yang bisa
terlihat saat snorkeling," ungkap Bengke dalam wawancara dengan,
rri.co.id.
Sebagai
bagian dari pengembangan, Robin bersama tim pengelola telah mempersiapkan
berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, seperti area menyelam, perahu
untuk kegiatan memancing, serta menu makanan ringan dan fasilitas dasar seperti
MCK.
“Kami
sudah menyiapkan fasilitas sederhana untuk memberikan hiburan, termasuk tempat
duduk nyaman di tepi pantai dan berbagai pilihan makanan ringan favorit
pengunjung,” tambahnya. (Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/wisata/1205909/magnet-keindahan-wisata-pantai-lesa-di-sangihe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar