Jalur
Rempah Indonesia (Foto: Dokumentasi/oganilir.disway/Dareen)
KBRN,
Tahuna ; Meski terletak di wilayah yang terpencil dan kerap dianggap sunyi
sebagai daerah terluar, Sangihe menyimpan kekayaan besar berupa hasil laut,
sumber daya alam seperti rempah-rempah, dan jejak sejarah budaya maritim.
Sangihe
adalah sebuah wilayah yang bagi banyak orang mungkin tidak pernah terdengar
namanya. Bagi sebagian besar masyarakat, Sangihe terasa jauh, tidak hanya dalam
hal jarak geografis, tetapi juga dalam ikatan emosional di dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Nama
Sangihe jarang menjadi topik pembahasan di tingkat nasional, baik dalam konteks
ekonomi, sosial, maupun budaya. Bahkan, banyak yang bertanya, “Di mana itu
Sangihe?” atau “Apa itu Sangihe?” Realitas ini menggambarkan tantangan yang
dihadapi daerah - daerah berstatus ‘terluar dan terdepan’, di mana
keberadaannya sering kali kurang dikenal.
Lebih
lagi, melihat Sangihe di peta Indonesia membutuhkan ketelitian. Kepulauan
Sangihe, yang terdiri atas lebih dari 90 pulau, hanya digambarkan sebagai titik
kecil di ujung utara. Pada peta berskala lebih kecil, wilayah ini bahkan tidak
terlihat sama sekali.
Gugusan
kepulauan ini, yang dikenal sebagai Nusa Utara, terletak di perbatasan antara
Indonesia dan Filipina Selatan, menjadikannya salah satu pintu gerbang
Nusantara. Hal ini disampaikan oleh Santoso Soegondho dalam tulisannya
berjudul Arkeologi Membuktikan Indonesia sebagai Pintu Gerbang Asia
Pasifik Sejak Masa Pra-sejarah. Dalam tulisan tersebut, Soegondho membahas
Nusa Utara sebagai pintu gerbang kawasan Asia Pasifik sejak masa prasejarah.
Istilah Sangihe:
The Northern Gate of Nusantara mencerminkan peran penting Sangihe
sebagai gerbang utara Nusantara, terutama pada masa perdagangan rempah, era
kolonialisme, hingga Perang Dunia II. Posisi strategis Sangihe secara
geografis, yang berada di bagian utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan
wilayah selatan Filipina, menjadikannya pintu masuk bagi bangsa asing dari
kawasan Asia Pasifik menuju Nusantara. (Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1205874/cerita-dari-beranda-negeri-sangihe-zamrud-beranda-utara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar