Sabtu, 21 Desember 2024

Cerita Dari Beranda Negeri, Sangihe Zamrud Beranda Utara

 

Jalur Rempah Indonesia (Foto: Dokumentasi/oganilir.disway/Dareen)

KBRN, Tahuna ; Meski terletak di wilayah yang terpencil dan kerap dianggap sunyi sebagai daerah terluar, Sangihe menyimpan kekayaan besar berupa hasil laut, sumber daya alam seperti rempah-rempah, dan jejak sejarah budaya maritim.

Sangihe adalah sebuah wilayah yang bagi banyak orang mungkin tidak pernah terdengar namanya. Bagi sebagian besar masyarakat, Sangihe terasa jauh, tidak hanya dalam hal jarak geografis, tetapi juga dalam ikatan emosional di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nama Sangihe jarang menjadi topik pembahasan di tingkat nasional, baik dalam konteks ekonomi, sosial, maupun budaya. Bahkan, banyak yang bertanya, “Di mana itu Sangihe?” atau “Apa itu Sangihe?” Realitas ini menggambarkan tantangan yang dihadapi daerah - daerah berstatus ‘terluar dan terdepan’, di mana keberadaannya sering kali kurang dikenal.

Lebih lagi, melihat Sangihe di peta Indonesia membutuhkan ketelitian. Kepulauan Sangihe, yang terdiri atas lebih dari 90 pulau, hanya digambarkan sebagai titik kecil di ujung utara. Pada peta berskala lebih kecil, wilayah ini bahkan tidak terlihat sama sekali.

Gugusan kepulauan ini, yang dikenal sebagai Nusa Utara, terletak di perbatasan antara Indonesia dan Filipina Selatan, menjadikannya salah satu pintu gerbang Nusantara. Hal ini disampaikan oleh Santoso Soegondho dalam tulisannya berjudul Arkeologi Membuktikan Indonesia sebagai Pintu Gerbang Asia Pasifik Sejak Masa Pra-sejarah. Dalam tulisan tersebut, Soegondho membahas Nusa Utara sebagai pintu gerbang kawasan Asia Pasifik sejak masa prasejarah.

Istilah Sangihe: The Northern Gate of Nusantara mencerminkan peran penting Sangihe sebagai gerbang utara Nusantara, terutama pada masa perdagangan rempah, era kolonialisme, hingga Perang Dunia II. Posisi strategis Sangihe secara geografis, yang berada di bagian utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan wilayah selatan Filipina, menjadikannya pintu masuk bagi bangsa asing dari kawasan Asia Pasifik menuju Nusantara. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1205874/cerita-dari-beranda-negeri-sangihe-zamrud-beranda-utara

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...