Alexius
Terry Makitulung - Kepala Kantor Pos Tahuna, (RRI / Rico)
KBRN
Tahuna : Adakah yang masih mengirimkan kartu ucapan selamat hari raya di era
digital saat ini?. Semoga saja anda masih ingat kejayaan kantor pos di masa
lampau. Khususnya bagi para remaja tahun 80 hingga 90-an yang menggunakan jasa
kantor pos untuk mengirimkan surat cinta. Ini juga mengingatkan kita yang
pernah indekost di daerah lain, menunggu kiriman dari kampung halaman. Tukang
pos adalah orang yang paling di natikan hampir setiap hari. Tapi tahukah anda
Sejarah PT. Pos Indonesia?.
Berdasarkan
catatan sejarahnya, PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan salah satu perusahaan
milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki sejarah panjang
sejak didirikan pada 26 Agustus 1746. Perjalanan sejarahnya mencatat bahwa
kantor pos pertama dibangun di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta, oleh
Gubernur Jenderal G.W. Baron Van Imhoff. Tujuan pendirian kantor pos ini adalah
untuk memberikan perlindungan terhadap pengiriman surat, terutama bagi para
pedagang yang melakukan kegiatan di luar Pulau Jawa maupun luar negeri.
Sepanjang perjalanannya, PT. Pos Indonesia (Persero) telah mengalami berbagai perubahan status. Dimulai dari Jawatan PTT (Pos, Telegraph, dan Telepon), kemudian berkembang menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (Pn Postel) pada tahun 1965. Selanjutnya, pada Juni 1995, statusnya kembali berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama resmi PT. Pos Indonesia (Persero).
Pelayanan
Masyarakat di Kantor Pos Tahuna(RRI / Rico)
Menurut
Kepala Kantor Pos Tahuna, Alexius Terry Makitulung, selama lebih dari dua abad
berdiri, PT. Pos Indonesia (Persero) telah berkembang pesat. Jika dahulu hanya
berfokus pada layanan pengiriman surat, kini perusahaan tersebut juga
menawarkan jasa pengiriman paket barang. Namun, dengan munculnya berbagai
ekspedisi baru yang menjadi kompetitor, persaingan di industri ini semakin
ketat.
Lebih
lanjut Makitulung mengatakan, saat ini posisi PT. Pos Indonesia (Persero)
berada di peringkat ketiga nasional di bawah JNE dan JNT dalam bidang jasa
pengiriman. Namun perusahaan terus melakukan inovasi. Pada tahun 2004, PT. Pos
Indonesia (Persero) memulai ekspansi ke bisnis logistik untuk bersaing dengan
para kompetitor.
Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, PT. Pos Indonesia (Persero) menerapkan berbagai strategi, salah satunya dengan menyediakan layanan penjemputan paket atau Pick Up Service. Layanan ini kini telah tersedia di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan menawarkan penjemputan paket secara gratis, PT. Pos Indonesia (Persero) berharap dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan mempertahankan loyalitas pelanggan, jelas Makitulung.
Kantor
Pos Tahuna, (RRI / Rico)
Sebagai
bagian dari transformasi digital, PT. Pos Indonesia (Persero) meluncurkan
aplikasi berbasis layanan logistik bernama Pos Aja. Aplikasi ini
dirancang untuk mempermudah pelanggan memesan layanan penjemputan paket
langsung dari rumah tanpa biaya tambahan. Melalui aplikasi ini, pelanggan hanya
perlu menggunakan smartphone untuk mengatur jadwal penjemputan paket, yang
kemudian akan dijemput oleh petugas khusus, dikenal sebagai Oranger Mobile Pos,
Ujar Makitulung.
Pos
Aja dilengkapi dengan fitur-fitur sederhana dan mudah diakses, seperti
pemesanan layanan logistik serta opsi pembayaran di tempat atau Cash on
Delivery (COD). Tidak hanya itu, PT. Pos Indonesia (Persero) juga menghadirkan
aplikasi pendukung bernama Pospay, yang memungkinkan pelanggan mencairkan
pembayaran COD tanpa memerlukan rekening bank. Aplikasi ini juga menyediakan
berbagai layanan transaksi keuangan seperti transfer uang, pembayaran virtual
account, QRIS, dan tabungan giro tanpa biaya layanan bulanan.(Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/daerah/1218610/strategi-pt-pos-indonesia-menghadapi-para-kompetitor



Tidak ada komentar:
Posting Komentar