Jumat, 27 Desember 2024

Kisah Septimus Winner, Komposer di Balik Himne “Whispering Hope”

 

Ilustrasi Partitur Lagu, Biola dan ranting cemara (Ilustrasi Google )

KBRN, Tahuna, Lagu “Whispering Hope” telah menjadi salah satu balada paling ikonik dalam budaya Barat. Pada masa Perang Dunia II, pemerintah Inggris menggunakan lagu ini untuk membantu mengurangi tingkat depresi masyarakat akibat sentimen anti-perang. BBC sering memutar lagu ini, yang terbukti efektif menurunkan tingkat bunuh diri selama periode tersebut.

Meski cerita di balik penciptaan lagu ini tidak diketahui, kehidupan penulisnya, Septimus Winner, penuh dengan kisah menarik. 

Lahir di Philadelphia, Pennsylvania, pada 11 Mei 1827, Winner adalah musisi otodidak yang juga sempat belajar dari Leopold Meignen. Di usia muda, ia membuka toko musik, mengajar alat musik seperti biola, gitar, dan banjo, serta tampil bersama beberapa orkestra lokal di Philadelphia.

Winner mulai menulis musik dan lirik dengan nama samaran Alice Hawthorne, dan mendirikan perusahaan penerbitan musik Winner & Shuster. Lagu-lagunya mulai dikenal luas, terutama setelah kesuksesan “What Is Home Without a Mother?” pada tahun 1854 dan “Listen to the Mocking Bird” pada 1855, yang menjadi salah satu lagu paling populer di era itu.

Selama Perang Saudara, Winner menciptakan lagu-lagu bertema politik. Namun, salah satu lagunya, “Give Us Back Our Old Commander: Little Mac, the People’s Pride,” membuatnya dituduh anti-Uni dan dipenjara atas tuduhan pengkhianatan. Ia hanya dibebaskan setelah setuju menghancurkan semua salinan lagu tersebut, meski lagu itu kemudian kembali muncul sebagai lagu kampanye politik.

Winner juga dikenal melalui lagu-lagu seperti “Oh Where, Oh Where Has My Little Dog Gone”, yang diadaptasi dari melodi lagu rakyat Jerman, “Lauterbach.” Lagu lainnya, seperti “Ten Little Injuns” dan “Ellie Rhee,” memperkuat posisinya sebagai salah satu komposer produktif di zamannya.

Pada tahun 1868, Winner menciptakan lagu terakhirnya yang paling terkenal, “Whispering Hope.” Selain lebih dari 200 lagu populer, Winner juga menciptakan ribuan karya instrumental untuk biola dan piano, menulis buku instruksi musik untuk 23 alat musik, serta menjadi kontributor tetap untuk Graham’s Magazine yang pernah diedit oleh Edgar Allan Poe. Ia juga mendirikan Musical Fund Society di Philadelphia.

Septimus Winner meninggal di Philadelphia pada 22 November 1902, meninggalkan warisan musik yang tak terlupakan. Lagu-lagunya, terutama “Whispering Hope,” terus dikenang hingga kini. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/hiburan/1218205/kisah-septimus-winner-komposer-di-balik-himne-whispering-hope

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...