![]() |
Ilustrasi
Partitur Lagu, Biola dan ranting cemara (Ilustrasi Google ) |
KBRN,
Tahuna, Lagu “Whispering Hope” telah menjadi salah satu balada
paling ikonik dalam budaya Barat. Pada masa Perang Dunia II, pemerintah Inggris
menggunakan lagu ini untuk membantu mengurangi tingkat depresi masyarakat
akibat sentimen anti-perang. BBC sering memutar lagu ini, yang terbukti efektif
menurunkan tingkat bunuh diri selama periode tersebut.
Meski
cerita di balik penciptaan lagu ini tidak diketahui, kehidupan
penulisnya, Septimus Winner, penuh dengan kisah menarik.
Lahir
di Philadelphia, Pennsylvania, pada 11 Mei 1827, Winner adalah musisi otodidak
yang juga sempat belajar dari Leopold Meignen. Di usia muda, ia membuka toko
musik, mengajar alat musik seperti biola, gitar, dan banjo, serta tampil
bersama beberapa orkestra lokal di Philadelphia.
Winner
mulai menulis musik dan lirik dengan nama samaran Alice Hawthorne, dan
mendirikan perusahaan penerbitan musik Winner & Shuster. Lagu-lagunya
mulai dikenal luas, terutama setelah kesuksesan “What Is Home Without a
Mother?” pada tahun 1854 dan “Listen to the Mocking Bird” pada
1855, yang menjadi salah satu lagu paling populer di era itu.
Selama
Perang Saudara, Winner menciptakan lagu-lagu bertema politik. Namun, salah satu
lagunya, “Give Us Back Our Old Commander: Little Mac, the People’s Pride,” membuatnya
dituduh anti-Uni dan dipenjara atas tuduhan pengkhianatan. Ia hanya dibebaskan
setelah setuju menghancurkan semua salinan lagu tersebut, meski lagu itu
kemudian kembali muncul sebagai lagu kampanye politik.
Winner
juga dikenal melalui lagu-lagu seperti “Oh Where, Oh Where Has My Little
Dog Gone”, yang diadaptasi dari melodi lagu rakyat Jerman, “Lauterbach.” Lagu
lainnya, seperti “Ten Little Injuns” dan “Ellie Rhee,” memperkuat
posisinya sebagai salah satu komposer produktif di zamannya.
Pada
tahun 1868, Winner menciptakan lagu terakhirnya yang paling terkenal, “Whispering
Hope.” Selain lebih dari 200 lagu populer, Winner juga menciptakan ribuan
karya instrumental untuk biola dan piano, menulis buku instruksi musik untuk 23
alat musik, serta menjadi kontributor tetap untuk Graham’s Magazine yang
pernah diedit oleh Edgar Allan Poe. Ia juga mendirikan Musical Fund
Society di Philadelphia.
Septimus
Winner meninggal di Philadelphia pada 22 November 1902, meninggalkan warisan
musik yang tak terlupakan. Lagu-lagunya, terutama “Whispering Hope,” terus
dikenang hingga kini. (Rico)
Link
Berita :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar