Senin, 30 Desember 2024

Lawendatu : MTQ Bukan Sekadar Ajang Kompetisi

 

Muhrij Lawendatu saat kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang diadakan di Kampung Rendingan, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jum'at (27/12/2024) / (RRI / Rico)

KBRN, Tahuna: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci ini. 

Hal tersebut disampaikan oleh Muhrij Lawendatu dalam acara MTQ Ke-1 yang digelar di Kampung Rendingan, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (27/12/2024).

Menurut Lawendatu, kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kampung Rendingan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK), serta dukungan dari tokoh agama dan masyarakat setempat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak-anak di Taman Pengajian Kampung Rendingan. Pesertanya adalah anak-anak dan remaja Masjid Alfajri, terutama yang terdaftar di Taman Pengajian Kampung Rendingan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PJ. Kapitalaung Kampung Rendingan, James Sostenes Amos, S.I.P., serta tokoh agama dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

Lawendatu menekankan pentingnya memperkuat kajian Al-Qur’an di tengah masyarakat guna meningkatkan pemahaman yang benar dan menyeluruh. “Anak-anak dan remaja Masjid Alfajri membutuhkan bimbingan dari para guru Taman Pengajian agar dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam secara lebih mendalam,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semangat belajar anak-anak sekaligus meningkatkan peran para guru di Taman Pengajian. MTQ ini juga dipandang sebagai langkah awal untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kompetisi serupa di tingkat kampung, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi di masa mendatang.

“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi harus menjadi wadah untuk menghidupkan semangat pengamalan Al-Qur’an dalam keseharian. Melalui MTQ, kita dapat mewujudkan masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tutup Lawendatu.

Lomba ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Kampung Rendingan. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/daerah/1222650/lawendatu-mtq-bukan-sekadar-ajang-kompetisi

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...