Selasa, 31 Desember 2024

Keluhan Pedagang Daging Babi Jelang Tahun Baru

Lapak Pedagang Daging Babi di Pasar Towo'e Tahuna

(Foto: RRI / Rico)

KBRN, Tahuna : Menurut pantauan rri.co.id pada Senin (30/12/2024), harga daging babi tetap tinggi, mencapai Rp140ribu per kilogram. 

Situasi ini memaksa warga harus merogoh kantong lebih dalam, untuk menyesuaikan anggaran demi memenuhi kebutuhan daging babi, dengan pengeluaran lebih besar.

"Harganya masih sama seperti sebelum Natal pada 25 Desember," ujar Nonce, salah satu pedagang di pasar tersebut. 

Nonce menjelaskan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang Natal, yang terus berdampak hingga menjelang Tahun Baru. Selain itu, pasokan terbatas akibat wabah penyakit pada babi, sehingga mereka harus mengambil stok dari Bali.

Silvi, seorang pedagang daging babi di Pasar Towo'e, Tahuna, juga mengungkapkan bahwa harga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. "Daging babi yang kami jual berasal dari Sangihe, Bali, dan Manado. 

Biaya transportasi memengaruhi harga, terutama jika daging diambil dari luar daerah. Dari Sangihe membutuhkan biaya angkutan lokal, sedangkan dari Bali dan Manado harus ditambah dengan biaya kapal dan bongkar muat," jelasnya.

Menurut Silvi, permintaan daging babi di Pasar Towo'e tetap tinggi, karena daging ini merupakan favorit masyarakat, terutama saat ada acara besar. Ia memprediksi harga akan kembali naik pada Selasa (31/12/2024), mendekati malam Tahun Baru 2025. "Kemungkinan besar harganya akan naik lagi," tambahnya.

Melalui rri.co.id, Silvi berharap harga daging babi dapat segera turun agar lebih terjangkau bagi masyarakat. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/bisnis/1226519/keluhan-pedagang-daging-babi-jelang-tahun-baru

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...