Jumat, 27 Desember 2024

Kisah De Goede Sint dari Negeri Kincir Angin

 

De Goede Sint dan Zwarte Piet, (RRI / Rico)

KBRN Tahuna : Dinegeri Kincir Angin, Belanda, Santo Nikolaus, yang dikenal sebagai " De Goede Sint, " digambarkan memiliki asisten bernama Zwarte Piet atau " Piet Hitam." Dalam cerita rakyat lama, Zwarte Piet disebut menghukum anak - anak nakal dengan tongkat atau membawa mereka ke Spanyol dalam karung. Namun, legenda ini kemudian dianggap kontroversial karena dianggap merujuk pada perbudakan, meskipun saat ini Zwarte Piet tidak lagi digambarkan sebagai budak, melainkan sebagai pembantu ceria yang wajahnya hitam karena jelaga dari cerobong asap.

Kisah asal Zwarte Piet sering bervariasi. Ada yang menyebut ia kehilangan arah hidup hingga Santo Nikolaus memberinya pekerjaan. Dalam cerita lain, Zwarte Piet mencatat daftar keinginan anak-anak atau mencari anak-anak nakal untuk dibawa ke Spanyol. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kisah ini diubah untuk menghilangkan unsur perbudakan dan menekankan perannya sebagai mitra Sinterklaas yang penuh semangat.

Sinterklaas sendiri mengenakan pakaian mirip uskup, lengkap dengan mitra merah bersalib emas dan tongkat uskup, yang menunjukkan kemiripan dengan Uskup Myra. Tradisi memberikan hadiah berlangsung pada perayaan pakjesavond (malam 5 Desember), sering kali disertai puisi. Natal di Belanda jarang menjadi waktu pemberian hadiah karena peran tersebut telah diambil oleh Sinterklaas, meskipun pengaruh komersial mulai mengubah tradisi ini.

Menurut tradisi, Sinterklaas memiliki berbagai Piet untuk membantu tugasnya, seperti mengarahkan kereta dari Spanyol ke Belanda atau memanjat atap untuk memasukkan hadiah melalui cerobong asap. Cerita - cerita lucu tentang Piet sering diciptakan oleh orang tua untuk menambah kepercayaan anak - anak pada Sinterklaas. Misalnya, ada " Wegwijs Piet " yang sering tersesat atau memberikan arahan yang salah, menambahkan humor dalam parade tahunan menyambut Sinterklaas.

Salah satu kisah legendaris lainnya bercerita tentang Sinterklaas yang berusaha membantu sebuah keluarga miskin dengan melemparkan sekantong uang melalui cerobong asap rumah mereka. Secara kebetulan, uang itu jatuh ke dalam kaus kaki yang digantung dekat perapian untuk dikeringkan. Kisah ini menginspirasi tradisi di mana Sinterklaas digambarkan memberikan hadiah melalui cerobong asap, yang kemudian ditemukan anak-anak di dalam kaus kaki, kantong, atau di bawah pohon Natal pada pagi hari. (Rico)

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/nataru/1218212/kisah-de-goede-sint-dari-negeri-kincir-angin

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...