![]() |
De
Goede Sint dan Zwarte Piet, (RRI / Rico) |
KBRN
Tahuna : Dinegeri Kincir Angin, Belanda, Santo Nikolaus, yang dikenal sebagai
" De Goede Sint, " digambarkan memiliki asisten bernama Zwarte Piet
atau " Piet Hitam." Dalam cerita rakyat lama, Zwarte Piet disebut
menghukum anak - anak nakal dengan tongkat atau membawa mereka ke Spanyol dalam
karung. Namun, legenda ini kemudian dianggap kontroversial karena dianggap
merujuk pada perbudakan, meskipun saat ini Zwarte Piet tidak lagi digambarkan
sebagai budak, melainkan sebagai pembantu ceria yang wajahnya hitam karena
jelaga dari cerobong asap.
Kisah
asal Zwarte Piet sering bervariasi. Ada yang menyebut ia kehilangan arah hidup
hingga Santo Nikolaus memberinya pekerjaan. Dalam cerita lain, Zwarte Piet
mencatat daftar keinginan anak-anak atau mencari anak-anak nakal untuk dibawa
ke Spanyol. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kisah ini diubah untuk
menghilangkan unsur perbudakan dan menekankan perannya sebagai mitra
Sinterklaas yang penuh semangat.
Sinterklaas
sendiri mengenakan pakaian mirip uskup, lengkap dengan mitra merah bersalib
emas dan tongkat uskup, yang menunjukkan kemiripan dengan Uskup Myra. Tradisi
memberikan hadiah berlangsung pada perayaan pakjesavond (malam 5 Desember),
sering kali disertai puisi. Natal di Belanda jarang menjadi waktu pemberian
hadiah karena peran tersebut telah diambil oleh Sinterklaas, meskipun pengaruh
komersial mulai mengubah tradisi ini.
Menurut
tradisi, Sinterklaas memiliki berbagai Piet untuk membantu tugasnya, seperti
mengarahkan kereta dari Spanyol ke Belanda atau memanjat atap untuk memasukkan
hadiah melalui cerobong asap. Cerita - cerita lucu tentang Piet sering
diciptakan oleh orang tua untuk menambah kepercayaan anak - anak pada
Sinterklaas. Misalnya, ada " Wegwijs Piet " yang sering tersesat atau
memberikan arahan yang salah, menambahkan humor dalam parade tahunan menyambut
Sinterklaas.
Salah
satu kisah legendaris lainnya bercerita tentang Sinterklaas yang berusaha
membantu sebuah keluarga miskin dengan melemparkan sekantong uang melalui
cerobong asap rumah mereka. Secara kebetulan, uang itu jatuh ke dalam kaus kaki
yang digantung dekat perapian untuk dikeringkan. Kisah ini menginspirasi
tradisi di mana Sinterklaas digambarkan memberikan hadiah melalui cerobong
asap, yang kemudian ditemukan anak-anak di dalam kaus kaki, kantong, atau di
bawah pohon Natal pada pagi hari. (Rico)
Link
Berita :
https://rri.co.id/tahuna/nataru/1218212/kisah-de-goede-sint-dari-negeri-kincir-angin
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar