Ilustrasi
Olive Oil (Foto: Google / olivewellnessinstitute)
KBRN,
Tahuna : Minyak zaitun dikenal luas karena manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Selain menjaga berat badan ideal, minyak ini juga dapat menurunkan tekanan
darah, menjadikannya bahan populer dalam masakan.
Ekstraksi
dari buah zaitun menghasilkan minyak yang dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan
kualitas : extra virgin, virgin, dan pure. Meskipun kaya lemak, minyak ini
mengandung lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal, asam oleat, dan
omega-3, serta antioksidan seperti flavonoid dan polifenol.
Dilansir
dari alodokter.com, beragam manfaat yang diperoleh minyak zaitun diantaranya;
membantu mengatasi sembelit dan memperlancar pencernaan, terutama jika
dikombinasikan dengan pola makan sehat.
Penelitian
juga menunjukkan minyak zaitun dapat mengatur gula darah dan meningkatkan
sensitivitas insulin, yang bermanfaat untuk pencegahan diabetes. Bagi yang
sedang diet atau ingin menjaga berat badan, minyak zaitun adalah pilihan ideal.
Ditambah dengan olahraga dan pengaturan kalori, minyak ini membantu mencegah
obesitas.
Minyak
zaitun juga memiliki sifat antiradang dan antibakteri, menjaga kebersihan gigi
dan mulut, serta mengatasi bau mulut. Selain itu, minyak ini melembapkan kulit
dan efektif untuk perawatan kulit kering. Mengonsumsi 20 ml minyak zaitun
sehari membantu mengontrol tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL),
dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang berkontribusi pada kesehatan
jantung.
Minyak
zaitun juga membantu mencegah penumpukan kolesterol, yang dapat menyebabkan
serangan jantung atau stroke. Mengganti lemak jenuh dengan minyak ini
mengurangi risiko penyakit jantung.
Selain
itu, minyak zaitun mendukung kesehatan otak dan mencegah penyakit Alzheimer,
berkat kandungan antioksidan dan antiradang yang melindungi otak dari
kerusakan.
Dengan
antioksidannya, minyak zaitun meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal
bebas dan mendukung kesehatan sel, mencegah kanker. Menggunakannya dalam pola
makan sehat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh.
Namun
sebelum menggunakannya untuk kondisi medis tertentu, penting berkonsultasi
dengan dokter untuk memastikan penggunaan yang tepat. (Rico)
Link
Berita :
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar