Rabu, 26 Juni 2024

Dashyatnya Khasiat Boro Sangihe

 


Ilutrasi Ramuan Tradisional

Sebagai negara kaya raya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi incaran bangsa  barat sejak 4 abad lalu. Pengobatan yang diakui bangsa barat adalah yang berasal dari dirinya, pengobatan selain dari bangsa barat dikategorikan sebagai mistik dan irasional. Padahal dari pengobatan dari bangsa timur memiliki local wisdom (kebijakan lokal) sendiri. Salah satunya adalah pemanfaatan tumbuhan / tanaman di tanah ibu pertiwi, persada nusantara.

Ketika obat - obatan kimiawi modern tidak bisa memberi kepuasan pada penggunanya, maka mereka akan mencari obat - obatan alternatif lainnya yang dianggap lebih manjur /  mujarab. Pengobatan alternatif sebagai aksi protes bangsa timur pada pengobatan bangsa barat lebih mengedepankan penggunaan material alam dibanding kimiawi.

Bangsa Indonesia yang masih mempraktekkan pengobatan dari tumbuhan dan tanaman antara lain Suku Sangihe. Suku yang berada di ujung paling utara pulau Sulawesi ini, memiliki berlaksa obat - obatan tradisional. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat Suku Sangihe yang tidak menggunakan obat - obatan kimiwi, karena dipandang lebih rentan akan efek samping. 

Pengobatan dengan cara tradisional masyarakat Sangihe dikenal sebagai Boro (obat boro). Boro adalah pengobatan menggunakan batang kayu yang dikeringkan, lalu direbus dan diminum airnya untuk mengobati luka dalam ataupun luka luar. Salah satu daerah yang terkenal dengan pengobatan boro adalah kampung Mahumu, kecamatan Tamako, kabupaten kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

Ibu Norwince Serang merupakan salah seorang pembuat obat tradisional Boro di kampung Mahumu. Obat boro racikan ibu Norwince cukup dikenal bukan saja di daerah Sangihe dan Manado sekitarnya, tetapi hingga di Surabaya.

Setidaknya ia telah membuat obat tersebut selama hampir 30 tahun. Bahan – bahan obat dicarinya di hutan dalam jumlah banyak, disebabkan jarak yang harus ditempuhnya (dari rumah ke hutan) cukup jauh. Menurutnya, pengobatan tradisional ini diturunkan dan dipelajari dari orangtuanya, kemudian pengetahuan itu diteruskan juga kepada anaknya. Sehingga dikemudian hari, jika ada pasien yang ingin berobat dan dirinya tidak ada, anaknya juga sudah bisa mengobati.

Obat boro merupakan batang / kayu dari pohon – pohonan yang sudah siap digunakan. Kayu – kayuan dibungkus dengan kain bersih, kemudian di rebus dengan dua gelas air hingga berwarna merah. Setelah mendidih, boro di minum selagi masih hangat (boro masih dapat digunakan beberapa kali, sampai airnya tidak berwarna merah lagi).

Sekalipun obat boro telah dikenal di mana – mana, namun ibu Norwince tidak pernah berniat untuk mengambil keuntungan. Ia juga tidak pernah mematok harga untuk obat racikannya. Hidupnya juga terlihat cukup sederhana. Jika ada yang mesti ditolong dan harus dibuatkan obat, dirinya biasa dibayar dengan bahan makanan. Ia tetap menerimanya dengan Ikhlas.

Adapun manfaat boro telah dirasakan sendiri oleh penulis. Selama 1 minggu mengkonsumsi obat boro pasca operasi, sangat membantu pemulihan luka dalam dan luar. Luka pasca operasi cepat kering dan tubuh dirasakan lebih bugar. Sangat baik mengkonsumsi obat boro, baik untuk luka pasca operasi, ataupun luka akibat tikaman. Hal senada juga diakui ibu Ika Rakinaung dan bapak Alfred. Pengalaman lainnya dalam pengobatan tradisional boro, dituturkan Embo Iman kepada RRI. Dirinya mengalami luka benturan keras di kepala dalam kecelakaan lalu lintas, dan obat boro sangat membantu percepatan pemulihan luka di kepalanya.

Pengobatan tradisional boro di Sangihe, berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakap pernyataan alam kepada manusia, sebagaimana diungkapkan Martinus Makitulung selaku anggota Badan Adat Sangihe. Pertama, itu merupakan pernyataan alam langsung kepada manusia dan yang kedua merupakan kias banding.

Kias banding biasanya bagi masyarakat Sangihe, kewabahan yang sakit di katakan binire. Jadi memperbandingkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka kepercayaan dan kepedulian terhadap sesama serta sifat saling tolong menolong menjadi salah satu dasar dari pengobatan tradisional ini.

Obat tradisional boro Sangihe merupakan salah satu dari sekian banyak obat tradisional nusantara. Kekayaan alam di tanah pertiwi menjadi kian lengkap dengan adanya ilmu pengetahuan tentang cara memanfaatkan serta mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna dan menolong atau menyelamatkan nyawa banyak orang. 

Link Berita :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...