
Penyiar Radio (Foto.Rheinhard /rritahuna)
KBRN,
Tahuna : Radio adalah media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen
pasar tertentu dan memiliki sejumlah fungsi penting seperti mentransmisikan
pesan, mendidik, membujuk, serta menghibur. Sebagai salah satu bentuk
komunikasi massa, radio memungkinkan pesan dari komunikator dapat diterima
secara serempak oleh khalayak di berbagai lokasi dalam waktu singkat.
Radio
tetap menjadi pilihan populer sebagai media hiburan dan informasi, tidak kalah
dengan media cetak maupun elektronik. Informasi mengenai kesehatan, teknologi,
gaya hidup, seni dan budaya, berita politik, ekonomi, kriminalitas, agama,
hingga gosip artis dapat diakses secara gratis dari pagi hingga malam. Radio
telah dikenal sejak kecil, bahkan musik sering digunakan sebagai relaksasi bagi
bayi dalam kandungan.
Radio
bisa menemani pendengar kapan saja dan di mana saja, baik di kamar tidur, ruang
makan, atau mobil. Kegiatan seperti tiduran, makan, belajar, atau bekerja yang
membutuhkan konsentrasi bisa ditemani oleh suara radio. Karena bersifat
auditif, radio dikonsumsi oleh telinga sehingga isi siarannya bersifat
sementara dan tidak dapat diulang. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan
oleh penyiar radio harus jelas dan mudah dicerna oleh pendengar.
Radio
sangat terkait dengan publik dan khalayak umum. Peran media massa adalah
mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Ada tiga
bentuk kebutuhan utama: informasi, pendidikan, dan hiburan. Ketidakmampuan
memenuhi salah satu kebutuhan tersebut akan membuat radio kehilangan fungsi
sosial, kehilangan pendengar, dan akhirnya akan digugat oleh masyarakat sebab
tidak memiliki fungsi bagi khalayak. Ketiga fungsi ini dikenal dengan konsep
"Radio for Society."
Dalam
proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah
mewakili dan mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan serta kepentingan
pendengarnya. Sebagai unsur dari proses komunikasi, radio siaran mempunyai ciri
dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnya.
Radio
berbeda dengan surat kabar yang merupakan media cetak atau film yang bersifat
mekanik optik. Meski sama-sama bersifat elektronik dengan televisi, radio
bersifat audio, sedangkan televisi bersifat audiovisual.
Keuntungan
radio siaran bagi komunikan adalah sifatnya yang santai. Orang bisa menikmati
acara siaran radio sambil makan, tidur-tiduran, bekerja, bahkan mengemudi.
Tidak demikian dengan media massa lainnya. Karena sifatnya auditori, radio
lebih mudah menyampaikan pesan dengan cara yang menarik.
Radio
merupakan sumber informasi yang kompleks, mulai dari fungsi tradisional sebagai
penyampai berita dan informasi, pendukung perkembangan ekonomi, pendongkrak
popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi. Bagi pendengarnya, radio
adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, dan pemberi informasi.
Namun,
setiap media memiliki kelemahan, demikian pula dengan radio siaran. Radio hanya
bisa didengar, pesannya terbatas dan sekilas, sehingga informasi tidak bisa
detail. Informasi yang disampaikan secara siaran langsung tidak bisa diulang
atau diralat. Oleh karena itu, idealnya awak program radio perlu melakukan cek
ulang agar informasi yang disampaikan akurat dan menghindari kesalahan fatal.
Sebagai
salah satu media massa elektronik, radio mampu memberikan penyegaran informasi
dan hiburan bagi masyarakat. Media ini murah dan dapat dijangkau oleh
masyarakat luas. Sifatnya yang auditif menjadikan radio akrab dengan masyarakat
dari berbagai lapisan. (MS)
https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/737713/keunggulan-radio-sebagai-media-komunikasi-massa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar