Sabtu, 08 Juni 2024

Keunggulan Radio sebagai Media Komunikasi Massa

Penyiar Radio (Foto.Rheinhard /rritahuna)

KBRN, Tahuna : Radio adalah media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu dan memiliki sejumlah fungsi penting seperti mentransmisikan pesan, mendidik, membujuk, serta menghibur. Sebagai salah satu bentuk komunikasi massa, radio memungkinkan pesan dari komunikator dapat diterima secara serempak oleh khalayak di berbagai lokasi dalam waktu singkat.

Radio tetap menjadi pilihan populer sebagai media hiburan dan informasi, tidak kalah dengan media cetak maupun elektronik. Informasi mengenai kesehatan, teknologi, gaya hidup, seni dan budaya, berita politik, ekonomi, kriminalitas, agama, hingga gosip artis dapat diakses secara gratis dari pagi hingga malam. Radio telah dikenal sejak kecil, bahkan musik sering digunakan sebagai relaksasi bagi bayi dalam kandungan.

Radio bisa menemani pendengar kapan saja dan di mana saja, baik di kamar tidur, ruang makan, atau mobil. Kegiatan seperti tiduran, makan, belajar, atau bekerja yang membutuhkan konsentrasi bisa ditemani oleh suara radio. Karena bersifat auditif, radio dikonsumsi oleh telinga sehingga isi siarannya bersifat sementara dan tidak dapat diulang. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan oleh penyiar radio harus jelas dan mudah dicerna oleh pendengar.

Radio sangat terkait dengan publik dan khalayak umum. Peran media massa adalah mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Ada tiga bentuk kebutuhan utama: informasi, pendidikan, dan hiburan. Ketidakmampuan memenuhi salah satu kebutuhan tersebut akan membuat radio kehilangan fungsi sosial, kehilangan pendengar, dan akhirnya akan digugat oleh masyarakat sebab tidak memiliki fungsi bagi khalayak. Ketiga fungsi ini dikenal dengan konsep "Radio for Society."

Dalam proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah mewakili dan mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan serta kepentingan pendengarnya. Sebagai unsur dari proses komunikasi, radio siaran mempunyai ciri dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnya. 

Radio berbeda dengan surat kabar yang merupakan media cetak atau film yang bersifat mekanik optik. Meski sama-sama bersifat elektronik dengan televisi, radio bersifat audio, sedangkan televisi bersifat audiovisual.

Keuntungan radio siaran bagi komunikan adalah sifatnya yang santai. Orang bisa menikmati acara siaran radio sambil makan, tidur-tiduran, bekerja, bahkan mengemudi. Tidak demikian dengan media massa lainnya. Karena sifatnya auditori, radio lebih mudah menyampaikan pesan dengan cara yang menarik. 

Radio merupakan sumber informasi yang kompleks, mulai dari fungsi tradisional sebagai penyampai berita dan informasi, pendukung perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi. Bagi pendengarnya, radio adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, dan pemberi informasi.

Namun, setiap media memiliki kelemahan, demikian pula dengan radio siaran. Radio hanya bisa didengar, pesannya terbatas dan sekilas, sehingga informasi tidak bisa detail. Informasi yang disampaikan secara siaran langsung tidak bisa diulang atau diralat. Oleh karena itu, idealnya awak program radio perlu melakukan cek ulang agar informasi yang disampaikan akurat dan menghindari kesalahan fatal.

Sebagai salah satu media massa elektronik, radio mampu memberikan penyegaran informasi dan hiburan bagi masyarakat. Media ini murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Sifatnya yang auditif menjadikan radio akrab dengan masyarakat dari berbagai lapisan. (MS)

Link Berita : 

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/737713/keunggulan-radio-sebagai-media-komunikasi-massa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...