Selasa, 11 Juni 2024

Gatekeeper : Penjaga Kualitas Informasi

 

Gatekeeper RRI Tahuna (Foto : Sriyani Ropiah / rritahuna)

KBRN, Tahuna : Istilah gatekeeper pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya "Human Relations" pada tahun 1947. Lewin, seorang ahli psikologi dari Australia, menggunakan istilah ini yang berasal dari ilmu sosiologi, namun dalam perkembangannya lebih sering digunakan dalam dunia komunikasi.

Dalam komunikasi massa, gatekeeper adalah mereka yang bertugas untuk mempengaruhi informasi. Selain komunikator dan audiens, gatekeeper menjadi salah satu elemen penting dalam Komunikasi Massa, bertugas menilai kelayakan informasi atau berita dan memberi izin atas penyebarannya.

Semua media komunikasi massa termasuk RRI memiliki gatekeeper yang memainkan peranan penting dalam beberapa fungsi, yaitu menghapus, memodifikasi, menambah, atau menghentikan pesan sebelum disebarluaskan. 

Gatekeeper juga menentukan pengemasan pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem media, semakin banyak pula proses gatekeeping yang dilakukan, yang sangat menentukan kualitas informasi yang akan disebarkan.

Fungsi gatekeeper meliputi evaluasi isi media agar sesuai dengan kebutuhan khalayak dan memiliki wewenang untuk tidak memuat materi yang dianggap meresahkan. Gatekeeper menjalankan kekuasaan atas proses komunikasi dengan memutuskan informasi mana yang akan dibuang dan mana yang akan ditayangkan.

Adupun faktor yang mempengaruhi keputusan gatekeeper ialah

1. Ekonomi

Media massa di Indonesia mencari keuntungan dari iklan, sehingga pemasang iklan, sponsor, dan kontributor dapat mempengaruhi seleksi berita dan editorial.

2. Pembatasan Ilegal

Hukum atau peraturan lokal maupun nasional dapat mempengaruhi seleksi dan penyajian berita.

3. Batas Waktu (Deadline)

Batas waktu mempengaruhi kedalaman dan waktu yang tersedia untuk menentukan kecermatan berita yang dipilih. Jika waktu terbatas, gatekeeper akan memilih berita yang dianggap paling penting.

4. Etik Pribadi

Profesionalisme dan etika pribadi gatekeeper mempengaruhi berita yang dipilih. Kesukaan, ketidaksukaan, sikap, dan minat gatekeeper akan mempengaruhi seleksi berita.

5. Kompetisi

Kompetisi antar media meningkatkan tingkat profesionalisme, menjamin penyajian informasi yang lebih objektif. Sebaliknya, media yang kurang bersaing cenderung memberikan satu pandangan redaksi.

6. Nilai Berita

Intensitas sebuah berita dibandingkan dengan berita lainnya, serta jumlah ruang dan waktu yang diperlukan untuk menyajikan berita, harus diseimbangkan.

7. Reaksi terhadap Feedback Tertunda

Jika sebuah berita menyinggung kelompok tertentu dan menimbulkan reaksi negatif, gatekeeper mungkin akan lebih berhati-hati dalam memilih berita serupa di masa depan.

Baik buruknya dampak pesan yang disebarkan tergantung pada fungsi gatekeeping ini. Gatekeeper tidak hanya menentukan kualitas pesan yang disampaikan melalui media massa, tetapi juga dapat membatasi, mengubah, serta menolak pesan. Tugas mereka sangat penting dalam memastikan bahwa hanya informasi yang valid dan berkualitas yang sampai ke publik. (MS) 

Link Berita :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...