![]() |
| Gatekeeper RRI Tahuna (Foto : Sriyani Ropiah / rritahuna) |
KBRN,
Tahuna : Istilah gatekeeper pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam
bukunya "Human Relations" pada tahun 1947. Lewin, seorang ahli
psikologi dari Australia, menggunakan istilah ini yang berasal dari ilmu
sosiologi, namun dalam perkembangannya lebih sering digunakan dalam dunia
komunikasi.
Dalam
komunikasi massa, gatekeeper adalah mereka yang bertugas untuk mempengaruhi
informasi. Selain komunikator dan audiens, gatekeeper menjadi salah satu elemen
penting dalam Komunikasi Massa, bertugas menilai kelayakan informasi atau
berita dan memberi izin atas penyebarannya.
Semua
media komunikasi massa termasuk RRI memiliki gatekeeper yang memainkan peranan
penting dalam beberapa fungsi, yaitu menghapus, memodifikasi, menambah, atau
menghentikan pesan sebelum disebarluaskan.
Gatekeeper
juga menentukan pengemasan pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem
media, semakin banyak pula proses gatekeeping yang dilakukan, yang sangat
menentukan kualitas informasi yang akan disebarkan.
Fungsi
gatekeeper meliputi evaluasi isi media agar sesuai dengan kebutuhan khalayak
dan memiliki wewenang untuk tidak memuat materi yang dianggap meresahkan.
Gatekeeper menjalankan kekuasaan atas proses komunikasi dengan memutuskan
informasi mana yang akan dibuang dan mana yang akan ditayangkan.
Adupun
faktor yang mempengaruhi keputusan gatekeeper ialah
1.
Ekonomi
Media
massa di Indonesia mencari keuntungan dari iklan, sehingga pemasang iklan,
sponsor, dan kontributor dapat mempengaruhi seleksi berita dan editorial.
2.
Pembatasan Ilegal
Hukum
atau peraturan lokal maupun nasional dapat mempengaruhi seleksi dan penyajian
berita.
3.
Batas Waktu (Deadline)
Batas
waktu mempengaruhi kedalaman dan waktu yang tersedia untuk menentukan
kecermatan berita yang dipilih. Jika waktu terbatas, gatekeeper akan memilih
berita yang dianggap paling penting.
4.
Etik Pribadi
Profesionalisme
dan etika pribadi gatekeeper mempengaruhi berita yang dipilih. Kesukaan,
ketidaksukaan, sikap, dan minat gatekeeper akan mempengaruhi seleksi berita.
5.
Kompetisi
Kompetisi
antar media meningkatkan tingkat profesionalisme, menjamin penyajian informasi
yang lebih objektif. Sebaliknya, media yang kurang bersaing cenderung
memberikan satu pandangan redaksi.
6.
Nilai Berita
Intensitas
sebuah berita dibandingkan dengan berita lainnya, serta jumlah ruang dan waktu
yang diperlukan untuk menyajikan berita, harus diseimbangkan.
7.
Reaksi terhadap Feedback Tertunda
Jika
sebuah berita menyinggung kelompok tertentu dan menimbulkan reaksi negatif,
gatekeeper mungkin akan lebih berhati-hati dalam memilih berita serupa di masa
depan.
Baik
buruknya dampak pesan yang disebarkan tergantung pada fungsi gatekeeping ini.
Gatekeeper tidak hanya menentukan kualitas pesan yang disampaikan melalui media
massa, tetapi juga dapat membatasi, mengubah, serta menolak pesan. Tugas mereka
sangat penting dalam memastikan bahwa hanya informasi yang valid dan
berkualitas yang sampai ke publik. (MS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar