Minggu, 30 Juni 2024

Mengenal Ransomware, Serangan Siber yang Melumpuhkan PDNS

Ilustrasi komputer yang terkena serangan Ransomware (Foto : dok/RRI Arjun)

KBRN, Tahuna : Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) dilaporkan mengalami serangan Ransomware sejak (20/6/2024). 

Akibat serangan ini, beberapa data nasional dari berbagai kementerian tidak dapat diakses, menyebabkan gangguan operasional yang signifikan.

Dilansir dari Surat PT. Telkom Indonesia, serangan ransomware yang dikenal sebagai Brain Chiper telah melumpuhkan Pusat Data Dua. Akibat dari serangan Ransomware Brain Chiper ini, melumpuhkan sistem autogate  perlintasan Bandara oleh Ditjen Imigrasi. 

Ransomware adalah bentuk serangan siber yang menggabungkan dua konsep "ransom" (tebusan) dan "malware" (program jahat/virus). 

Serangan ini bertujuan untuk merusak atau mengunci akses ke perangkat korban. Setelah berhasil menyerang, peretas akan mengendalikan perangkat, membuat data di dalamnya tidak dapat diakses.

Infeksi perangkat biasanya terjadi ketika pengguna tanpa sengaja mengklik tautan berbahaya yang mengandung virus. Begitu malware aktif, data pada perangkat akan dienkripsi, sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna. Sasaran utamanya adalah data yang penting, sensitif, atau bersifat rahasia.

Peretas kemudian akan menuntut sejumlah uang sebagai tebusan untuk mengembalikan akses data. Jika tebusan tidak dipenuhi, mereka mengancam untuk merusak atau membocorkan data yang telah dienkripsi.

Serangan ransomware pada PDNS ini mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran digital. Pengguna harus lebih bijak dan berhati-hati saat menggunakan perangkat digital, terutama yang terhubung dengan jaringan internet. 

Perlindungan data dan keamanan siber harus menjadi prioritas utama dalam mengelola informasi dan teknologi.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan semua pihak terkait dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari serangan siber di masa mendatang. (ARJ) 

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/iptek/790646/mengenal-ransomware-serangan-siber-yang-melumpuhkan-pdns

 

Rabu, 26 Juni 2024

Dashyatnya Khasiat Boro Sangihe

 


Ilutrasi Ramuan Tradisional

Sebagai negara kaya raya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi incaran bangsa  barat sejak 4 abad lalu. Pengobatan yang diakui bangsa barat adalah yang berasal dari dirinya, pengobatan selain dari bangsa barat dikategorikan sebagai mistik dan irasional. Padahal dari pengobatan dari bangsa timur memiliki local wisdom (kebijakan lokal) sendiri. Salah satunya adalah pemanfaatan tumbuhan / tanaman di tanah ibu pertiwi, persada nusantara.

Ketika obat - obatan kimiawi modern tidak bisa memberi kepuasan pada penggunanya, maka mereka akan mencari obat - obatan alternatif lainnya yang dianggap lebih manjur /  mujarab. Pengobatan alternatif sebagai aksi protes bangsa timur pada pengobatan bangsa barat lebih mengedepankan penggunaan material alam dibanding kimiawi.

Bangsa Indonesia yang masih mempraktekkan pengobatan dari tumbuhan dan tanaman antara lain Suku Sangihe. Suku yang berada di ujung paling utara pulau Sulawesi ini, memiliki berlaksa obat - obatan tradisional. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat Suku Sangihe yang tidak menggunakan obat - obatan kimiwi, karena dipandang lebih rentan akan efek samping. 

Pengobatan dengan cara tradisional masyarakat Sangihe dikenal sebagai Boro (obat boro). Boro adalah pengobatan menggunakan batang kayu yang dikeringkan, lalu direbus dan diminum airnya untuk mengobati luka dalam ataupun luka luar. Salah satu daerah yang terkenal dengan pengobatan boro adalah kampung Mahumu, kecamatan Tamako, kabupaten kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

Ibu Norwince Serang merupakan salah seorang pembuat obat tradisional Boro di kampung Mahumu. Obat boro racikan ibu Norwince cukup dikenal bukan saja di daerah Sangihe dan Manado sekitarnya, tetapi hingga di Surabaya.

Setidaknya ia telah membuat obat tersebut selama hampir 30 tahun. Bahan – bahan obat dicarinya di hutan dalam jumlah banyak, disebabkan jarak yang harus ditempuhnya (dari rumah ke hutan) cukup jauh. Menurutnya, pengobatan tradisional ini diturunkan dan dipelajari dari orangtuanya, kemudian pengetahuan itu diteruskan juga kepada anaknya. Sehingga dikemudian hari, jika ada pasien yang ingin berobat dan dirinya tidak ada, anaknya juga sudah bisa mengobati.

Obat boro merupakan batang / kayu dari pohon – pohonan yang sudah siap digunakan. Kayu – kayuan dibungkus dengan kain bersih, kemudian di rebus dengan dua gelas air hingga berwarna merah. Setelah mendidih, boro di minum selagi masih hangat (boro masih dapat digunakan beberapa kali, sampai airnya tidak berwarna merah lagi).

Sekalipun obat boro telah dikenal di mana – mana, namun ibu Norwince tidak pernah berniat untuk mengambil keuntungan. Ia juga tidak pernah mematok harga untuk obat racikannya. Hidupnya juga terlihat cukup sederhana. Jika ada yang mesti ditolong dan harus dibuatkan obat, dirinya biasa dibayar dengan bahan makanan. Ia tetap menerimanya dengan Ikhlas.

Adapun manfaat boro telah dirasakan sendiri oleh penulis. Selama 1 minggu mengkonsumsi obat boro pasca operasi, sangat membantu pemulihan luka dalam dan luar. Luka pasca operasi cepat kering dan tubuh dirasakan lebih bugar. Sangat baik mengkonsumsi obat boro, baik untuk luka pasca operasi, ataupun luka akibat tikaman. Hal senada juga diakui ibu Ika Rakinaung dan bapak Alfred. Pengalaman lainnya dalam pengobatan tradisional boro, dituturkan Embo Iman kepada RRI. Dirinya mengalami luka benturan keras di kepala dalam kecelakaan lalu lintas, dan obat boro sangat membantu percepatan pemulihan luka di kepalanya.

Pengobatan tradisional boro di Sangihe, berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakap pernyataan alam kepada manusia, sebagaimana diungkapkan Martinus Makitulung selaku anggota Badan Adat Sangihe. Pertama, itu merupakan pernyataan alam langsung kepada manusia dan yang kedua merupakan kias banding.

Kias banding biasanya bagi masyarakat Sangihe, kewabahan yang sakit di katakan binire. Jadi memperbandingkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka kepercayaan dan kepedulian terhadap sesama serta sifat saling tolong menolong menjadi salah satu dasar dari pengobatan tradisional ini.

Obat tradisional boro Sangihe merupakan salah satu dari sekian banyak obat tradisional nusantara. Kekayaan alam di tanah pertiwi menjadi kian lengkap dengan adanya ilmu pengetahuan tentang cara memanfaatkan serta mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna dan menolong atau menyelamatkan nyawa banyak orang. 

Link Berita :



Sabtu, 15 Juni 2024

Simak Teknik Menulis yang Efektif

Kegiatan Menulis (Foto : Missel / RRI Tahuna)

 KBRN, Tahuna : Menulis adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan problem. Namun, justru dari problem-problem itulah kita bisa belajar banyak dan mengembangkan teknik menulis yang lebih baik. Salah satu fenomena utama dalam menulis adalah fungsi penulisan itu sendiri, yaitu menyampaikan informasi kepada pembaca dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Menulis yang baik tidak hanya tentang ide yang disampaikan, tetapi juga tentang bagaimana ide tersebut dapat dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu, penulis harus bisa memposisikan dirinya sebagai pembaca, mengevaluasi apakah tulisan tersebut bisa dimengerti.

Meskipun menulis tidak bisa dikategorikan sebagai hal yang mudah atau sulit, ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk mempermudah proses penulisan. Langkah pertama adalah mengumpulkan ide atau gagasan. Misalnya, jika kamu ingin menulis buku panduan tentang teknik menyiar yang baik di radio, kamu harus fokus pada gagasan tersebut dan menyelami lebih dalam ilmu serta pemahaman yang dibutuhkan.

Tahap berikutnya adalah membuat kerangka tulisan. Kerangka ini akan membantu menulis dengan lebih terarah, memastikan tidak ada topik yang melenceng. Dengan kerangka yang baik, isi tulisan akan tertuju jelas pada hal-hal yang ingin dijelaskan, menjadikan proses penulisan lebih efisien dan fokus.

Setelah menulis draf pertama, penting untuk tidak cepat berpuas diri. Draf pertama biasanya masih kasar dan memerlukan banyak revisi. Sebaiknya baca kembali tulisanmu dan minta beberapa orang untuk memberikan pendapat mereka. Kritikan dan saran dari pembaca lain sangat berguna untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan.

Selain itu, sering membaca dan menulis akan sangat membantu dalam mengasah keterampilan menulis. Membaca karya-karya sastra, misalnya, bisa memberikan inspirasi tentang bagaimana menyampaikan ide-ide besar dengan cara yang ringan dan mudah dipahami. Menulis secara rutin juga membantu memperbaiki gaya dan alur tulisan, menjadikannya lebih mengalir dan enak dibaca.

Untuk membuat tulisan yang berat terasa mudah dicerna, masukkan unsur personal di dalamnya. Contohnya, banyak penulis besar memulai tulisannya dengan cerita pribadi yang membuat pembaca merasa dekat dan tertarik. Selain itu, menulis dengan kalimat yang mengalir dan luwes juga membantu membuat tulisan lebih menarik.

Menulis adalah tentang proses yang berkelanjutan. Dengan terus belajar, mengatasi problem yang ada, dan memperbaiki teknik menulis, setiap orang bisa menjadi penulis yang hebat. Jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, dan jangan pernah berhenti menulis. (MS).

Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/754747/simak-teknik-menulis-yang-efektif

 




Selasa, 11 Juni 2024

Gatekeeper : Penjaga Kualitas Informasi

 

Gatekeeper RRI Tahuna (Foto : Sriyani Ropiah / rritahuna)

KBRN, Tahuna : Istilah gatekeeper pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya "Human Relations" pada tahun 1947. Lewin, seorang ahli psikologi dari Australia, menggunakan istilah ini yang berasal dari ilmu sosiologi, namun dalam perkembangannya lebih sering digunakan dalam dunia komunikasi.

Dalam komunikasi massa, gatekeeper adalah mereka yang bertugas untuk mempengaruhi informasi. Selain komunikator dan audiens, gatekeeper menjadi salah satu elemen penting dalam Komunikasi Massa, bertugas menilai kelayakan informasi atau berita dan memberi izin atas penyebarannya.

Semua media komunikasi massa termasuk RRI memiliki gatekeeper yang memainkan peranan penting dalam beberapa fungsi, yaitu menghapus, memodifikasi, menambah, atau menghentikan pesan sebelum disebarluaskan. 

Gatekeeper juga menentukan pengemasan pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem media, semakin banyak pula proses gatekeeping yang dilakukan, yang sangat menentukan kualitas informasi yang akan disebarkan.

Fungsi gatekeeper meliputi evaluasi isi media agar sesuai dengan kebutuhan khalayak dan memiliki wewenang untuk tidak memuat materi yang dianggap meresahkan. Gatekeeper menjalankan kekuasaan atas proses komunikasi dengan memutuskan informasi mana yang akan dibuang dan mana yang akan ditayangkan.

Adupun faktor yang mempengaruhi keputusan gatekeeper ialah

1. Ekonomi

Media massa di Indonesia mencari keuntungan dari iklan, sehingga pemasang iklan, sponsor, dan kontributor dapat mempengaruhi seleksi berita dan editorial.

2. Pembatasan Ilegal

Hukum atau peraturan lokal maupun nasional dapat mempengaruhi seleksi dan penyajian berita.

3. Batas Waktu (Deadline)

Batas waktu mempengaruhi kedalaman dan waktu yang tersedia untuk menentukan kecermatan berita yang dipilih. Jika waktu terbatas, gatekeeper akan memilih berita yang dianggap paling penting.

4. Etik Pribadi

Profesionalisme dan etika pribadi gatekeeper mempengaruhi berita yang dipilih. Kesukaan, ketidaksukaan, sikap, dan minat gatekeeper akan mempengaruhi seleksi berita.

5. Kompetisi

Kompetisi antar media meningkatkan tingkat profesionalisme, menjamin penyajian informasi yang lebih objektif. Sebaliknya, media yang kurang bersaing cenderung memberikan satu pandangan redaksi.

6. Nilai Berita

Intensitas sebuah berita dibandingkan dengan berita lainnya, serta jumlah ruang dan waktu yang diperlukan untuk menyajikan berita, harus diseimbangkan.

7. Reaksi terhadap Feedback Tertunda

Jika sebuah berita menyinggung kelompok tertentu dan menimbulkan reaksi negatif, gatekeeper mungkin akan lebih berhati-hati dalam memilih berita serupa di masa depan.

Baik buruknya dampak pesan yang disebarkan tergantung pada fungsi gatekeeping ini. Gatekeeper tidak hanya menentukan kualitas pesan yang disampaikan melalui media massa, tetapi juga dapat membatasi, mengubah, serta menolak pesan. Tugas mereka sangat penting dalam memastikan bahwa hanya informasi yang valid dan berkualitas yang sampai ke publik. (MS) 

Link Berita :

Simak Empat Peran Penting Gatekeeper dalam Komunikasi Massa

 

Gatekeeper RRI Tahuna Saat Bertugas di Studio (Fot : Sriyani Ropiah / rritahuna)

KBRN, Tahuna : Dalam era informasi yang serba cepat, peran penjaga gerbang atau dikenal dengan sebutan gatekeeper dalam komunikasi massa menjadi sangat krusial. 

Tanpa adanya gatekeeper, segala bentuk informasi, termasuk hoaks atau informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, dapat tersebar luas dan dikonsumsi oleh publik tanpa saringan. Keberadaan gatekeeper dalam dunia media sama pentingnya dengan alat-alat produksi informasi itu sendiri.

Gatekeeper bertanggung jawab penuh atas semua informasi yang disampaikan oleh media. Semua informasi yang akan disebarluaskan harus melalui gatekeeper terlebih dahulu sebelum diubah menjadi pesan berita. Selain itu, gatekeeper juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan adalah informasi yang berkualitas, dapat dipertanggungjawabkan, layak, dan penting untuk diketahui oleh masyarakat.

Secara umum, peran gatekeeper dalam komunikasi massa meliputi empat aspek penting yakni, pertama mengatur informasi. 

Gatekeeper adalah penentu apakah suatu informasi penting atau tidak untuk disebarluaskan. Mereka akan memasukkan berita yang dianggap penting ke dalam daftar dan menghapus informasi yang tidak memiliki nilai berita.

Kemudian menyaring Informasi. Gatekeeper dapat diibaratkan sebagai penjaga gerbang, di mana hanya informasi yang baik dan penting yang boleh melewati gerbang informasi dan disebarkan kepada khalayak. Mereka memastikan informasi yang disebarkan telah disaring dengan baik.

Yang ketiga membatasi informasi. Gatekeeper sangat memahami konsep layak berita di media tempat mereka bekerja. Jika sebuah berita tidak memiliki nilai layak tayang atau merugikan media, gatekeeper berhak memutuskan untuk tidak menayangkannya.

Ke empat melakukan evaluasi. Gatekeeper juga bertanggung jawab dalam proses pasca produksi dengan melakukan evaluasi. Ini sering dilakukan di dunia TV dan radio untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memperbaiki kekurangan untuk menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.

Dengan peran tersebut, gatekeeper berfungsi sebagai penjaga kualitas dan integritas informasi yang disampaikan kepada publik. 

Tanggung jawab ini menjadikan mereka sebagai pihak yang dapat dipertanggungjawabkan, bahkan bisa menghadapi konsekuensi hukum jika informasi yang disebarkan melanggar peraturan atau merugikan pihak tertentu. 

Oleh karena itu, peran gatekeeper tidak hanya penting, tetapi juga esensial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media dan informasi yang disampaikan. (MS) 

 Link Berita :

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/750632/simak-empat-peran-penting-gatekeeper-dalam-komunikasi-massa


Sabtu, 08 Juni 2024

Keunggulan Radio sebagai Media Komunikasi Massa

Penyiar Radio (Foto.Rheinhard /rritahuna)

KBRN, Tahuna : Radio adalah media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu dan memiliki sejumlah fungsi penting seperti mentransmisikan pesan, mendidik, membujuk, serta menghibur. Sebagai salah satu bentuk komunikasi massa, radio memungkinkan pesan dari komunikator dapat diterima secara serempak oleh khalayak di berbagai lokasi dalam waktu singkat.

Radio tetap menjadi pilihan populer sebagai media hiburan dan informasi, tidak kalah dengan media cetak maupun elektronik. Informasi mengenai kesehatan, teknologi, gaya hidup, seni dan budaya, berita politik, ekonomi, kriminalitas, agama, hingga gosip artis dapat diakses secara gratis dari pagi hingga malam. Radio telah dikenal sejak kecil, bahkan musik sering digunakan sebagai relaksasi bagi bayi dalam kandungan.

Radio bisa menemani pendengar kapan saja dan di mana saja, baik di kamar tidur, ruang makan, atau mobil. Kegiatan seperti tiduran, makan, belajar, atau bekerja yang membutuhkan konsentrasi bisa ditemani oleh suara radio. Karena bersifat auditif, radio dikonsumsi oleh telinga sehingga isi siarannya bersifat sementara dan tidak dapat diulang. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan oleh penyiar radio harus jelas dan mudah dicerna oleh pendengar.

Radio sangat terkait dengan publik dan khalayak umum. Peran media massa adalah mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengarnya. Ada tiga bentuk kebutuhan utama: informasi, pendidikan, dan hiburan. Ketidakmampuan memenuhi salah satu kebutuhan tersebut akan membuat radio kehilangan fungsi sosial, kehilangan pendengar, dan akhirnya akan digugat oleh masyarakat sebab tidak memiliki fungsi bagi khalayak. Ketiga fungsi ini dikenal dengan konsep "Radio for Society."

Dalam proses komunikasi sosial, peran ideal radio sebagai media publik adalah mewakili dan mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan serta kepentingan pendengarnya. Sebagai unsur dari proses komunikasi, radio siaran mempunyai ciri dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnya. 

Radio berbeda dengan surat kabar yang merupakan media cetak atau film yang bersifat mekanik optik. Meski sama-sama bersifat elektronik dengan televisi, radio bersifat audio, sedangkan televisi bersifat audiovisual.

Keuntungan radio siaran bagi komunikan adalah sifatnya yang santai. Orang bisa menikmati acara siaran radio sambil makan, tidur-tiduran, bekerja, bahkan mengemudi. Tidak demikian dengan media massa lainnya. Karena sifatnya auditori, radio lebih mudah menyampaikan pesan dengan cara yang menarik. 

Radio merupakan sumber informasi yang kompleks, mulai dari fungsi tradisional sebagai penyampai berita dan informasi, pendukung perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi. Bagi pendengarnya, radio adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, dan pemberi informasi.

Namun, setiap media memiliki kelemahan, demikian pula dengan radio siaran. Radio hanya bisa didengar, pesannya terbatas dan sekilas, sehingga informasi tidak bisa detail. Informasi yang disampaikan secara siaran langsung tidak bisa diulang atau diralat. Oleh karena itu, idealnya awak program radio perlu melakukan cek ulang agar informasi yang disampaikan akurat dan menghindari kesalahan fatal.

Sebagai salah satu media massa elektronik, radio mampu memberikan penyegaran informasi dan hiburan bagi masyarakat. Media ini murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Sifatnya yang auditif menjadikan radio akrab dengan masyarakat dari berbagai lapisan. (MS)

Link Berita : 

https://rri.co.id/tahuna/lain-lain/737713/keunggulan-radio-sebagai-media-komunikasi-massa


TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...