Sabtu, 08 November 2025

TUGAS.2 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / Liputan Hardnews

 

KARNAVAL BUDAYA RAMAIKAN PEMBUKAAN FSBS 2025

Oleh: Missel Sahambe   Editor: James Awaeh   8 Nov 2025 -  07:30  Tahuna


II Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari membuka Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) tahun 2025, Jumat (07/11/2025) di Pendopo Rudis Bupati Sangihe / (Foto : RRI Tahuna / Missel Sahambe) 

KBRN, Tahuna;  Festival Budaya Sangihe (FBS) 2025 resmi digelar pada Jumat, 7 November 2025, dengan pembukaan yang berlangsung meriah di Boulevard Pelabuhan Tua, Tahuna. Event tahunan ini diawali dengan karnaval budaya yang mengambil start dari Lapangan Gelora Santiago, Rumah Jabatan Bupati.

Karnaval dilepas langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM, yang juga turut berjalan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

FBS 2025 dijadwalkan berlangsung selama 7–15 November 2025, menghadirkan rangkaian kegiatan seni seperti pentas budaya, musik bambu, lomba masamper, hadrah, pameran seni–fotografi, hingga pesta rakyat.

 II Karnaval Budaya, start dari Lapangan Gelora Santiago, Rumah Jabatan Bupati,
Jumat (07/11/2025) / (Foto : RRI Tahuna / Missel Sahambe)

Dalam sambutannya, Bupati Thungari menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar hiburan, tetapi upaya mempertahankan dan menghidupkan budaya daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi budaya ke ruang digital tanpa menghilangkan akar tradisinya.

 II Karnaval Budaya, menuju ke arah Boulevard Pelabuhan Tua, Pusat Kota Tahuna,
Jumat (07/11/2025) / (Foto : RRI Tahuna / Missel Sahambe)

“Digitalisasi bukan untuk meninggalkan budaya, tetapi menjadi jembatan agar budaya kita dikenal lebih luas. Tarian, musik, hingga ritual adat kini bisa dinikmati dunia melalui platform digital,” tambahnya. 

Menurut bupati, FBS 2025 menjadi momentum membangkitkan kesadaran generasi muda agar bangga dan aktif melestarikan identitas budaya Sangihe.

Dengan perpaduan seni tradisional, teknologi, dan partisipasi masyarakat, festival ini tidak hanya menampilkan keindahan budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas warga kepulauan di ujung utara Indonesia.(MS)

 

Kata Kunci:

Karnaval Budaya Sangihe, FBS 2025, Tahuna, Pelestarian Budaya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...