GENERASI MUDA SANGIHE JADI GARDA TERDEPAN
PELESTARIAN BUDAYA
Oleh: Missel Sahambe Editor: James Awaeh 7 Nov 2025 - 12:00 Tahuna
Upaya pelestarian budaya Sangihe kini digerakkan sejak usia dini melalui dunia pendidikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah.
II Sekretaris Panitia Festival Seni Budaya Sangihe
2025, Julien Manangkalangi, S.
(Narasumber
Di program TahunaPagi Ini, Pro1),
Jumat
(07/11/2025) / (Foto : RRI Tahuna / Missel Sahambe)
KBRN, Tahuna; Festival Seni Budaya Sangihe (FBS) 2025 tak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan kuat tentang regenerasi budaya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Panitia FBS 2025, Julien Manangkalangi, S.Pd, dalam wawancara bersama RRI baru-baru ini.
Menurutnya, kekayaan budaya Sangihe seperti tari Masamper, Ampat Wayer, dan Hadrah Manggut, kini mulai diperkenalkan sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, hingga SMP sebagai bagian dari penguatan identitas lokal.
“Sekarang di sekolah-sekolah, siswa sudah mulai memilih ekstrakurikuler seperti Masamper atau tari Gunde. Ini langkah awal memperkenalkan budaya kepada generasi penerus,” ujar Julien.
Langkah ini dinilai strategis karena budaya bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab bersama yang harus dirawat oleh generasi berikutnya.
Menurutnya, karakteristik Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kaya akan adat istiadat memiliki potensi besar untuk terus dijaga, dikembangkan, dan dihidupkan kembali dalam keseharian masyarakat.
“Merekalah penerusnya. Di tangan generasi mudalah nilai budaya ini bisa terus hidup di masa depan,” tambahnya.
Dengan masuknya budaya lokal ke dalam sistem pendidikan formal dan kegiatan sekolah, pemerintah dan komunitas budaya berharap kecintaan terhadap tradisi dapat tumbuh secara organik, tidak hanya sebagai tontonan festival, namun juga sebagai jati diri yang membumi dalam keseharian anak muda Sangihe. (MS)
Kata Kunci : Pelestarian budaya Sangihe, Mulai dari bangku sekolah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar