Penampilan
Grup Orkes Musik Bambu pada program siaran
Obrolan
Budaya RRI Net Tahuna
Musik Bambu adalah musik tradisional
Sangihe - Talaud yang diciptakan oleh seorang petani pada tahun 1800. Musik
bambu berkembang di wilayah sangihe besar (sekarang Kab. Kep. sangihe) dan dari
sanalah perjalanan musik bambu berkembang. Hal ini diperkuat dengan banyaknya
masyarakat di wilayah ini, yang masih menekuni dan memainkan musik bambu.
Kendati
alat musik bambu bahan dasarnya terbuat dari bahan tradisional, tetapi
akord – akordnya sudah menyerupai musik
modern. Menurut Salah Seorang Tokoh dari Badan Adat Sangihe, Martinus
Makitulung, musik bambu Sangihe merupakan alat musik tiup yang sudah lama ada
dan tercipta dari kreatifitas para komponis atau seniman di daerah ini.
“ Sekarang ini yang menjadi persoalannya
adalah sumber daya manusia yang dasar pengetahuan musiknya masih di bawah. Seandainya
sumber daya manusianya memiliki tingkat Pendidikan musik yang lebih baik, maka
musik bambu di Sangihe akan berkembang dan kelak kedudukannya sejajar dengan
musik modern,” sebagaimana dituturkan Agustinus Sasundu, salah seorang seniman
musik bambu Sangihe.
Lebih lanjut Agustinus Sasundu mengatakan,
“ salah satu kemegahan bagi seniman ketika musik bambu tetap lestari dan dapat
didengarkan oleh banyak orang. Musik bambu sangat berperan penting dalam kiprah
seni budaya di Sangihe. Sebab setiap acara penting, baik acara kenegaraan,
acara keagamaan atau acara budaya,musik bambu tetap mutlak dibutuhkan.”
Peranan pemerintah daerah saat ini, dengan
memikirkan, memperhatikan dan menindak lanjuti keberadaan musik bambu sebagai
sebagai salah satu upaya pelestarian dan mempertahankan aset kebudayaan asli
daerah ini. Masyarakat adat Sangihe berharap, khususnya bagi para seniman dan
pelaku budaya agar musik bambu tidak tertinggal ataupun punah. Tindak lanjut
seperti ini akan memotivasi dan merangsang minat animo dari masyarakat untuk
berkarya seni.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar