Selasa, 20 Agustus 2019

Bobby Darin : Rock and Roll Hall of Fame

Bobby Darin adalah salah satu ikon musik rock and roll paling berpengaruh di akhir tahun 1950-an. Dengan suara khas dan karisma yang kuat, ia berhasil menaklukkan berbagai panggung, dari klub malam hingga acara televisi terkenal. Perjalanan hidupnya dipenuhi dengan keberhasilan yang luar biasa, tetapi juga tantangan yang tidak sedikit. Meski mengalami banyak rintangan sejak kecil, Darin tidak pernah menyerah untuk mengejar impiannya.

Awal Kehidupan dan Latar Belakang Keluarga

Bobby Darin lahir dengan nama asli Walden Robert Cassotto pada 14 Mei 1936 di Bronx, New York. Kehidupan keluarganya penuh dengan lika-liku, terutama karena garis keturunan yang cukup kompleks. Kakeknya, Saverio Antonio "Big Sam Curly" Cassotto, merupakan seorang anggota penting dalam keluarga kriminal Genovese dan memiliki hubungan dekat dengan tokoh mafia terkenal, Frank Costello. Namun, hubungan ini memburuk setelah adanya perselisihan mengenai masalah keuangan. Sang kakek meninggal dunia akibat pneumonia di dalam penjara, beberapa bulan sebelum Darin lahir.

Ibunya, Vanina Juliette "Nina" Cassotto, adalah seorang penghibur profesional yang sudah lama berkecimpung di dunia pertunjukan. Namun, karena masih sangat muda saat melahirkan Darin, peran sebagai ibu diambil alih oleh neneknya, sementara Nina diperkenalkan sebagai kakaknya. Setelah suaminya meninggal, nenek Darin harus berjuang keras menghidupi keluarganya dengan mengandalkan bantuan sosial.

Sejak kecil, Darin sering mengalami masalah kesehatan serius. Pada usia delapan tahun, ia didiagnosis menderita demam rematik yang merusak jantungnya. Para dokter memperkirakan bahwa ia tidak akan mampu bertahan hingga usia 16 tahun. Namun, ramalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru sebaliknya, ia semakin bersemangat untuk mengukir prestasi dalam hidupnya.

Awal Karier Musik

Di masa remajanya, Darin menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang musik. Saat bersekolah di Bronx High School of Science, ia menguasai berbagai alat musik, meskipun tidak ada satu pun yang benar-benar ia kuasai secara mendalam. Pada usia 15 tahun, ia mulai tampil sebagai pemain drum di sebuah band lokal.

Setelah lulus sekolah menengah, Darin melanjutkan pendidikannya di Hunter College dengan beasiswa. Namun, ia hanya bertahan satu tahun karena lebih tertarik pada dunia hiburan. Ia mulai mencoba peruntungan dengan mengikuti audisi di berbagai acara teater serta menawarkan lagu-lagunya kepada para penerbit musik, tetapi awalnya tidak mendapat banyak keberhasilan.

Agar lebih mudah diterima di industri musik, ia memutuskan untuk mengganti nama belakangnya yang bernuansa etnis dengan nama "Darin", yang ia pilih secara acak dari buku telepon.

Terobosan Besar

Karier Darin mulai menanjak saat ia bergabung dengan label Atco, anak perusahaan Atlantic Records. Awalnya, ia lebih dikenal sebagai penulis lagu dan pengaransemen. Beberapa karyanya dibawakan oleh penyanyi lain, tetapi tidak ada yang benar-benar sukses. Setelah beberapa kegagalan, Darin akhirnya mencetak hit pertamanya pada tahun 1958 dengan lagu "Splish Splash". Lagu ini, yang konon ditulis dalam waktu hanya sepuluh menit, terjual lebih dari satu juta kopi dan membawa namanya ke jajaran bintang baru di dunia musik.

Kesuksesan ini disusul dengan lagu-lagu seperti "Queen of the Hop" dan "Plain Jane" yang juga laris di pasaran. Namun, puncak popularitasnya terjadi pada tahun 1959 dengan lagu "Dream Lover", yang memperkenalkan ritme Latin yang disebut cha-lypso dan menarik perhatian audiens yang lebih luas. Lagu ini kembali menjadi hit besar dan menambah koleksi emas Darin.

Lagu yang benar-benar melejitkan namanya adalah "Mack the Knife", sebuah adaptasi dari lagu Jerman "Moritat von Mackie Messer". Dengan gaya vokal yang terinspirasi dari Frank Sinatra, Darin berhasil menjadikannya salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah musik. Lagu ini tidak hanya menduduki puncak tangga lagu selama beberapa bulan tetapi juga memenangkan Grammy untuk Rekaman Terbaik Tahun Ini. Pada tahun yang sama, Darin juga dianugerahi penghargaan sebagai Artis Pendatang Baru Terbaik.

Ambisinya yang besar membuatnya tak hanya ingin menjadi penyanyi biasa. Ia pernah berkata bahwa tujuannya adalah menjadi "lebih besar dari Sinatra".

Keinginan ini didorong oleh kesadaran bahwa kesehatannya mungkin tidak akan bertahan lama.

Ekspansi ke Dunia Film dan Perubahan Gaya Musik

Setelah sukses di dunia musik, Darin mulai merambah industri film. Debutnya sebagai aktor terjadi pada tahun 1960 dalam film "Come September", di mana ia beradu akting dengan Sandra Dee. Hubungan mereka berlanjut di luar layar, dan mereka menikah tak lama setelah itu.

Ia terus membintangi berbagai film, termasuk "State Fair" (1962) dan "Captain Newman, M.D." (1963), yang membuatnya mendapatkan nominasi Oscar. Sementara itu, ia tetap aktif di dunia musik dengan lagu-lagu hits seperti "You Must Have Been a Beautiful Baby", "Things", dan "You're the Reason I'm Living".

Film "Captain Newman, M.D." (1963)

Pada pertengahan tahun 1960-an, perubahan selera musik membuat popularitasnya sedikit meredup. Darin mencoba beradaptasi dengan beralih ke musik folk-rock. Pada tahun 1966, ia kembali ke tangga lagu dengan "If I Were a Carpenter", yang menjadi hit terakhirnya.

Masa-Masa Sulit dan Kehidupan Pribadi

Pada tahun 1967, Darin bercerai dengan Sandra Dee. Ia tetap aktif di dunia hiburan dan mulai terlibat dalam politik, mendukung kampanye kepresidenan Robert F. Kennedy pada tahun 1968. Namun, pembunuhan Kennedy menjadi pukulan berat bagi Darin. Ia merasa kehilangan arah dan memutuskan untuk meninggalkan kehidupan glamor, menjual semua harta bendanya, dan menetap di sebuah mobil rumah di Big Sur, California.

Pada tahun 1968, ia juga mengetahui fakta mengejutkan tentang keluarganya : wanita yang selama ini ia anggap sebagai ibunya, Polly, sebenarnya adalah neneknya, dan "kakaknya" Nina adalah ibu kandungnya. Fakta ini mengguncangnya secara emosional dan mengubah perspektif hidupnya.

Akhir Perjalanan

Di tahun 1970-an, Darin mencoba bangkit kembali dengan menandatangani kontrak dengan Motown Records. Sayangnya, album-albumnya kurang mendapat sambutan baik. Meski begitu, ia tetap tampil di Las Vegas dan acara televisi hingga akhirnya kesehatannya semakin memburuk.

Pada 20 Desember 1973, Bobby Darin meninggal dunia akibat komplikasi setelah menjalani operasi jantung. Usianya baru 37 tahun. Jasadnya disumbangkan untuk penelitian medis di UCLA Medical Center.

Meski telah tiada, warisan musiknya tetap hidup. Lagu-lagunya masih sering muncul dalam film dan acara televisi, dan pada tahun 1990, ia diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame.

Kisah hidup Bobby Darin adalah bukti bahwa dengan tekad kuat, seseorang bisa mengatasi berbagai rintangan untuk mencapai impian. Dari seorang anak miskin yang divonis tidak akan hidup lama, ia berhasil menjadi salah satu legenda terbesar dalam dunia musik dan hiburan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS.3 MK. FSIK 4309 / Penulisan Konten Media Baru / VLOG

  Prosesi tradisional Seke Maneke adalah sebuah ritual penangkapan ikan massal secara adat yang merupakan warisan budaya maritim kuno masyar...